• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, 17 Februari 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Tradisi Pemindahan Tulang Jenazah, Bentuk Penghormatan Kepada Leluhur Khas Suku Batak

oleh Redaksi
6 Mei 2024 | 00:37 WIB
Dok. Taman Budaya Sumatra Utara/ Jefri Tarigan

Dok. Taman Budaya Sumatra Utara/ Jefri Tarigan

ShareShareShareShare
Dok. Taman Budaya Sumatra Utara/ Jefri Tarigan

Oleh:Cyndi Karita Malau

Suku Batak mengartikan kematian tidak hanya sebagai prosesi pemakaman orang sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya.  Tetapi lebih daripada itu, suku Batak akan melakukan penghormatan kepada leluhur dengan memindahkan tulang belulang yang sudah meninggal.

Tradisi Mangongkal Holi sudah dikenal sejak zaman dahulu dan menjadi tradisi turun-temurun. Mangongkal Holi merupakan sebuah prosesi adat Batak yang diselenggarakan untuk menggali makam orang yang sudah lama meninggal dan diambil tulang belulangnya, lalu tulang belulang tersebut akan dipindahkan ke tugu makam yang tingkatannya lebih tinggi. Prosesi ini dilaksanakan oleh keluarga yang satu pomparan (perkumpulan para keturunan leluhur).

Dalam perhelatannya tradisi ini ternyata membutuhkan biaya yang besar karena pelaksanaannya yang tidak sembarangan dan harus sesuai dengan runtutan upacara adat. Pihak yang menggelar prosesi ini juga harus mengundang atau menjamu seluruh keluarga besar dan tetangga kampungnya. Makanan yang harus dihidangkan pun tidak seperti hidangan biasa yang ada di pesta adat lainnya seperti daging babi atau ayam, melainkan harus daging kerbau yang lebih mahal. Dalam prosesi Mangongkal Holi juga harus menyediakan kuda yang akan dikurbankan, dan kain ulos yang dilambangkan sebagai simbol pengharapan.

Tidak ada waktu yang tetap dalam pelaksanaan Mangongkal Holi namun, biasanya diadakan ketika dari pihak keluarga bermimpi bertemu dengan orang tua atau leluhurnya, atau ketika keluarga suku Batak sudah memiliki biaya yang besar untuk melaksanakannya, dan prosesi ini juga cukup memakan waktu beberapa hari mengingat harus melewati beberapa prosesi sebelum menuju agenda utama.

Baca Juga  Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

Beberapa prosesi yang harus dilaksanakan ialah mulai martonggoraja atau kegiatan yang wajib dilakukan pada setiap prosesi Mangongkal Holi. Tujuannya untuk membicarakan persiapan dari keluarga yang menyelenggarakan seperti hari, peralatan dan biaya. Pihak keluarga yang satu pomparan juga meminta izin terlebih dahulu ke pihak keluarga perempuan (istri).

Setelah mendapatkan persetujuan dilanjut dengan mangombak atau menggali makam leluhurnya untuk mengambil tulang-belulangnya. Lalu, peti mati dibawa oleh semua orang ke rumah keluarga, untuk beristirahat dan makan bersama. Ketika acara makan bersama tersebut pihak keluarga akan memberi makan tamu yang hadir, dan membagi jambar sesuai aturan adat. Diselingi juga dengan keluarga besar menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak dan tamu yang hadir.

Acara selanjutnya, membersihkan tulang belulang tersebut dengan dicuci sampai bersih dengan air jeruk dan dibaluri dengan air kunyit. Tulang-belulang yang sudah dibersihkan dan kering akan harus dibungkus dengan kain putih dan ulos ragidup sebagai lambang kesucian. Kemudian, tulang belulang dimasukkan ke dalam peti yang diikuti dengan prosesi adat juga.  Tulang belulang yang sudah ada dalam peti akan didoakan kembali dan dimasukkan ke makam yang lebih tinggi.

Baca Juga  Jeritan Pedagang Kaki Lima Pasca Surat Peringatan Wakil Rektor II

Warga Suku Batak yang pernah turut menjalani prosesi adat ini, Jannes Malau, menjelaskan hal-hal penting di balik tradisi Mangongkal Holi menurut kepercayaan Suku Batak di antaranya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan mempererat persaudaran sesame marga.

“Alasan mengapa dilaksanakannya Mangongkal Holi adalah bentuk penghormatan kepada leluhur, mengangkat derajat marga, mempererat persaudaraan sesama marga. Dan tak kalah penting ialah untuk mendapatkan hagabean (panjang umur), hasangapon (kehormatan) dan hamoraon (kekayaan)”, ujar Jannes Malau saat diwawancarai pada Kamis (2/5/2024).

Suku Batak juga mempercayai bahwa para leluhur yang sudah meninggal harus dihormati, agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dalam keluarganya. Selain itu, Mangongkal Holi juga merupakan salah satu upaya untuk menjaga silsilah keluarga, karena, dengan berada pada satu tempat atau makam, generasi selanjutnya akan tetap mengetahui siapa leluhur atau nenek moyangnya.

*Penulis Merupakan Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Andalas

Tag: Suku Batak.
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Menjaga Silek di Zaman Modern

4 Januari 2026 | 21:15 WIB
Penjaga Masjid Al-Hakim bersiap menyapu halaman masjid pada Selasa (28/10/2025) (Genta Andalas/ Nasywa Luhfiyyah Edfa)

Di Antara Azan dan Ombak: Kisah Penjaga Masjid Al-Hakim

4 November 2025 | 11:10 WIB
Amir Syakib, anak bungsu Buya Hamka menyambut kedatangan pengunjung Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka pada Minggu (26/10/2025) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Buya Hamka: Dari Lembah Maninjau Ke Panggung Sejarah

31 Oktober 2025 | 22:26 WIB
(Ilustrasi/Nasywa Luthfiyyah Edfa)

Kuliah, Kerja, dan Harapan: Kisah Mahasiswa UNAND Bertahan untuk Mandiri

30 Agustus 2025 | 10:16 WIB

Tabut Bengkulu dan Tabuik Pariaman: Satu Sejarah Karbala, Dua Ekspresi Budaya Nusantara

25 Agustus 2025 | 14:22 WIB
Seorang pengunjung menyusuri kawasan Candi Tinggi di Kompleks Candi Muaro Jambi, salah satu situs peninggalan Buddha terbesar di Asia Tenggara, Sabtu (19/7/2025) (Genta Andalas/Auryn Dzakirah)

Menapaki Jejak Kejayaan di Candi Muaro Jambi

1 Agustus 2025 | 11:23 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustratsi/Fadhilah Lisma Sari)

    Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Audiensi UKM PHP Bersama Pimpinan Unand Bahas Dana dan Sistem Wisuda Terpusat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Fakultas Teknik Unand Rampungkan Prodi Baru Teknik Arsitektur Tahun ini

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Maraknya Westernisasi, Apakah Budaya Tradisional Sudah Dianggap Kuno Oleh Generasi Muda?

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak