• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, 10 Februari 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam Resensi

Petualangan di Kota Ghaib

oleh Redaksi
9 November 2023 | 01:29 WIB
DHF Entertaiment

DHF Entertaiment

ShareShareShareShare
(Poster Film Saranjana: Kota Ghaib/ DHF Entertaiment)

Oleh : *Fadhilatul Husni

Legenda urban masyarakat di tanah Kalimantan telah mengilhami sutradara Johansyah Jumberan dan Ridho Ivander Rama melahirkan karya film dengan judul Saranjana: Kota Ghaib yang rilis tepat pada 26 Oktober 2023 lalu. Sebelumnya Johansyah sempat  sukses menggarap film Catatan Akhir Kuliah, The Chocolatier Chance, dan Love Reborn:  Komik Musik dan Kisah Masa Lalu, dengan genre komedi romance film ini berhasil membawanya sebagai nominasi piala citra pada tahun 2015 lalu. Namun kali ini berbeda, Johansyah mengangkat film horor  yang lekat dengan mitos masyarakat di tanah . Berlatar belakang tentang kota misterius di Kotabaru yang konon dikabarkan dihuni oleh bangsa jin. Selain itu, kota ini juga digambarkan sebagai kota dengan peradaban maju yang mewah dan memiliki fasilitas serba modern. Dengan penggambaran latar sedemikian rupa Johansyah membawa alur cerita petualangan dalam film ini.

Film produksi DHF Entertaiment ini berdurasi 1 jam 38 menit.  Film ini menceritakan petualangan sebuah band asal Jakarta bernama ‘Signifikan’ yang tengah mengadakan tur konser di Kota Baru, Kalimantan Selatan. Anggotanya ada Rendy, Dion, Vey, dan Shita. Tepat di tengah pelaksanaan tur, Shita, sang vokalis band, tiba-tiba secara misterius menghilang tanpa jejak. Setelah melakukan penelusuran, anggota band lainnya mendapat petunjuk dan menemukan teka-teki yang mengarah bahwa Shita berada di Saranjana, sebuah kota ghaib. Selama tujuh hari, mereka  memasuki kota Saranjana dengan berbagai kejadian horor dan mistis yang mengiringi perjalanan mereka.

Baca Juga  Persaingan Bertahan Hidup di Era Runtuhnya Bumi

Momen menegangkan dalam film ini terjadi saat tiga teman band Shita yang berusaha membuka portal menuju Kota Saranjana mengalami teror mistis, portal tersebut kabarnya merupakan gerbang pembuka perekrutan jin dan makhluk dari dunia lain. Pencarian Shita yang dilakukan selama tujuh hari membawakan kita pada adegan-adegan mencekam yang harus menghadapkan Rendy, Vey, dan Dion.

Meskipun film ini memiliki premis yang menarik, terdapat beberapa kelemahan yang dapat dilihat. Pertama, beberapa adegan dalam film te rasa kurang dikalibrasi dengan baik, terkadang terasa terlalu lambat atau terlalu cepat. Ini dapat mengurangi daya tarik dan ketegangan yang seharusnya ada dalam alur cerita tersebut. Kedua, karakter-karakter pendukung dalam film ini cenderung tidak terlalu dikembangkan dengan baik, sehingga sulit untuk merasa terhubung atau peduli dengan mereka, lalu para pemain yang terlibat kurang menjiwai karakternya, film ini juga kurang mengeksplorasi sepenuhnya potensi mitologi dan budaya mistis yang menjadi latar belakangnya.

Baca Juga  Onde Mande! Lika-Liku Warga untuk Memajukan Desa

Namun dari beberapa kekurangan tersebut film “Saranjana: Kota Ghaib” memiliki beberapa kelebihan yang layak diapresiasi. Pertama, visual efeknya sangat menarik dan memukau, terutama dalam menggambarkan Kota Ghaib. Efek khusus yang canggih memberikan pengalaman sinematik yang mengesankan kepada penonton. Kedua, film ini menghadirkan alur cerita yang penuh dengan intrik dan teka-teki, menjadikannya menarik untuk diikuti. Kejutan dan misteri yang terungkap secara bertahap membuat film ini semakin menegangkan dan membuat penonton penasaran dengan akhir ceritanya.

Secara keseluruhan, “Saranjana: Kota Ghaib” merupakan film yang menarik bagi penggemar genre misteri dan supernatural. Meskipun memiliki beberapa kekurangan dalam hal packing dan pengembangan karakter, film ini berhasil menarik perhatian dengan visual efek yang memukau dan alur cerita yang penuh dengan teka-teki. Apakah akhirnya mereka berhasil menyelamatkan Shita dan membawanya kembali dengan selamat? film ini masih tayang di bioskop dan dapat disaksikan diseluruh bioskop indonesia.

Bagi pecinta film-film dengan nuansa misterius, film ini layak untuk dijadikan pilihan.

Selamat menonton!

Penulis merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas *

Editor : Tiara Juwita 

 

 

 

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Poster Film Alas Roban/detik.com)

Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

16 Januari 2026 | 19:04 WIB

Kehangatan Keluarga yang Lahir dari Cinta, Bukan Ikatan Darah

25 Agustus 2025 | 15:18 WIB
Foster Film Jumbo/ anamifilm.com

Jumbo: Perjalanan Keberanian di Tengah Luka”

12 April 2025 | 20:34 WIB
Poster Film About Family/detik.com

About Family: Pilihan Hidup dan Warisan Keluarga yang Menguji Hati

16 Januari 2025 | 09:22 WIB
(Poster Film 2nd Miracle In cell No 7/ Liputan6)

2nd Miracle in Cell No 7: Cinta, Harapan dan Keajaiban di Balik Jeruji

6 Januari 2025 | 12:01 WIB
(Poster Film Mufasa: The Lion King/Tempo)

Mufasa : Awal dari sang legenda

27 Desember 2024 | 11:45 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustratsi/Fadhilah Lisma Sari)

    Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pengangguran Usia Muda di Tengah Perubahan Dunia Kerja

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • KKN Kebencanaan Kapalo Koto dan UNIB Salurkan Bantuan Gizi Pasca Banjir

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak