• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, 27 Januari 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Lingkaran Ketimpangan Pendapatan Indonesia yang Tidak Berubah

oleh Redaksi
30 Juni 2023 | 10:52 WIB
(Ilustrator/Zulkifli Ramdhani)

(Ilustrator/Zulkifli Ramdhani)

ShareShareShareShare
(Ilustrator/Zulkifli Ramdhani)

Oleh: Zulkifli Ramdhani*

Kondisi perekonomian Indonesia pada saat ini cenderung mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Bahkan, kondisi perekonomian Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia. Menurut data rilisan dari International Menotary Fund (IMF) pada 2 November 2022, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menempati posisi 17 di dunia dengan PDB mencapai US$1,29 triliun. Sedangkan pada tahun 2021, data rilisan IMF menunjukkan PDB Indonesia sebesar US$1,19 triliun. PDB adalah indikator yang mengukur perkembangan ekonomi suatu negara. Melalui data rilisan IMF tersebut, dapat dilihat kondisi perekonomian Indonesia yang mengalami pertumbuhan.

Perkembangan ekonomi Indonesia yang mengalami pertumbuhan tersebut, rata-rata pendapatan penduduk pun meningkat. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, tercatat PDB Indonesia mencapai Rp 71 juta per tahun atau sebesar Rp 5,9 juta per bulannya. Sedangkan untuk data 2021, BPS mencatat PDB per kapita Indonesia Rp 62,2 juta per tahun atau Rp 5,18 juta perbulannya. Terlihat dari 2021 ke 2022, adanya kenaikan cukup signifikan dalam rata-rata pendapatan di Indonesia.

Melalui peningkatan PDB Indonesia setiap tahunnya membuktikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia pun mengalami peningkatan. Akan tetapi, pada kenyataannya terjadi ketimpangan pendapatan antara si kaya dan si miskin yang perlu menjadi sorotan lebih. Ketimpangan pendapatan ini pun mendapat sorotan dari Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin, dalam acara 14th Annual Conference Asia-Pasific Tax Forum di Jakarta pada Rabu 3 Mei 2023. Ma’ruf melirik tren ketimpangan pendapatan Indonesia terus meningkat seiring laju liberalisasi ekonomin dan menjadi problem global sejak dekade 1980-an hingga hari ini.

Baca Juga  Jurnalis, Bergerak dengan Menulis

Ketimpangan pendapatan di Indonesia dapat dilihat dari rasio gini. Rasio gini pada rentang yang mendekati 0 artinya tingkat ketimpangan rendah hingga mendekati rentang 1 berarti tingkat ketimpangannya tinggi. Sedangkan, menurut data BPS pada September 2022, rasio gini Indonesia sebesar 0.381 dan mengalami stagnansi atau tanpa perubahan perbandingan dibandingkan September 2021. Rasio gini di perkotaan tercatat 0,402 pada September 2022 yang mana nilai itu naik dibandingkan September 2021 sebesar 0,398 dan rasio gini di pedesaan 0,313 yang turun sedikit sekali dari 0,314 pada September 2022.

Persoalan ketimpangan pendapatan kerap terabaikan karena perekonomian negara secara garis besar yang mengalami peningkatan. Padahal, tingkat ketimpangan pendapatan dapat menunjukkan pemerataan kondisi perekonomia negara. Menurut laporan dari Bank Dunia, pada 2021 kelompok 50% terbawah di Indonesia hanya memiliki total kekayaan 5,46% dari total kekayaan rumah tangga nasional. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 20 tahun lalu, yakni 5,86% total kekayaan rumah tangga nasional di tahun 2021. Sementara 10% penduduk teratas memiliki 60,2% dari total aset rumah tangga secara nasional yang meningkat dibandingkan tahun 2001 sebesar 57,44%.

Dari data tersebut, peningkatan rata-rata pendapatan penduduk dari tahun ke tahun berarti dipengaruhi oleh peningkatan dari 10% kelompok penduduk teratas. Sedangkan 50% penduduk terbawah bukannya mengalami peningkatan, dibandingkan 20 tahun lalu melainkan mengalami penurunan. Permasalahan ini perlu menjadi fokus bagi setiap orang dan terutama oleh pemerintah. Kebijakan yang dijalankan dan perkembangan ekonomi negara yang terjadi selama ini, ternyata tidak mengalami perkembangan yang sama dari segi tingkat ketimpangannya.

Baca Juga  Negara Hukum dalam Demokrasi Indonesia: Antara Harapan dan Realitas

Data tersebut semakin menunjukkan betapa besarnya perbedaan ketimpangan antara kelompok penduduk teratas dengan mayoritas penduduk di Indonesia. Ketimpangan yang ada ini disebabkan oleh banyak faktor terutama terfokusnya pembangunan di kota-kota besar saja sehingga tidak terjadi pemerataan yang baik. Banyak daerah yang tidak memiliki akses dan fasilitas publik yang sama sehingga perkembangan ekonomi dan pekerjaan yang ada tidak se-efisien dan efektif daerah dengan akses dan fasilitas yang baik seperti di kota-kota besar. Hal ini harus segera diatasi dengan baik agar kesenjangan yang ada tidak semakin besar dan tidak menjadi pola lingkaran yang terus berulang.

Selain itu, ketimpangan yang besar dapat menjadi awal adanya kecemburuan sosial, bahkan konflik sosial dan kegaduhan politik nantinya. Sebaiknya dari pemerintah harus ada solusi yang tepat melalui kebijakan distribusi kekayaaan dan mendorong fokus pembangunan dan perkembangan sektor ekonomi pada kalangan kelompok masyarakat bawah dan menengah.

*Penulis merupakan mahasiswa Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisni Universitas Andalas

Tag: Aspirasiekonomi
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

PPPK Paruh Waktu dan Ketimpangan Kebijakan Pengupahan

23 Januari 2026 | 23:13 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Ketika Warisan Leluhur Menjadi Arena Konflik

22 Januari 2026 | 20:11 WIB
Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Ketika Negara Kecil Dihukum dan Negara Besar Kebal Hukum

7 Januari 2026 | 21:32 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Pembaruan KUHP dan KUHAP di Tengah Kontroversi

6 Januari 2026 | 14:53 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Ketika Meme Membuat Para Pejabat Tidak Lagi DiSakralkan

31 Desember 2025 | 14:36 WIB
(Ilustrasi/Nasywa Luthfiyyah Edfa)

Satu Anak, Satu Kelas, dan Ketimpangan Pendidikan

17 Desember 2025 | 14:14 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Potret Kegiatan Ulang Tahun ke-44 LBH Padang

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 44 Tahun LBH Padang dan Peluncuran CATAHU 2025

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • PPPK Paruh Waktu dan Ketimpangan Kebijakan Pengupahan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

Genta Andalas © 2026

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak