• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 22 Januari 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Asyiknya Memetik Sendiri di Kebun Stroberi Pak Dadang, Kabupaten Agam

oleh Redaksi
27 Januari 2023 | 12:15 WIB
Seorang pengunjung sedang memetik strawberi di perkebunan stroberi (Genta Andalas/Riski Wahyudi)

Seorang pengunjung sedang memetik strawberi di perkebunan stroberi (Genta Andalas/Riski Wahyudi)

ShareShareShareShare

 

Seorang pengunjung sedang memetik stroberi di perkebunan stroberi (Genta Andalas/Riski Wahyudi)

Oleh: Risky Wahyudi*)

Objek wisata alam menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan dalam melepas penatnya ketika berlibur. Wisata alam memiliki banyak ragamnya dan daya tariknya, salah satunya wisata alam kebun stroberi. Seperti kebun stroberi Pak Dadang yang ada di Balingka, Kabupaten Agam, Sumatra Barat dapat menjadi salah satu pilihan destinasi wisata ketika berkunjung ke Balingka, Kabupaten Agam.

Perjalanan menuju tempat ini yang berkelok-kelok dengan sisi kanan-kirinya perbukitan yang asri dan masih terjaga. Ketika datang ke kebun stroberi Pak Dadang ini maka yang akan terlihat adalah hamparan tumbuhan stroberi yang tumbuh di atas karung putih berisi tanah dan buahnya menjalar keluar dari wadahnya, sehingga memudahkan ketika panen stroberi.

Kebun stroberi Pak Dadang memiliki total luas kebun hampir ¼ hektar dan terdiri dari beberapa bagian yang terpisah. Menurut pemiliki kebun, Fauzi Ramadani mengatakan terdapat dua jenis stroberi, yakni jenis California yang bisa tahan hingga dua hari di suhu ruang. Jenis kedua bernama mencir yang dapat tahan lebih lama sekitar tiga hingga empat hari. Keduai jenis stroberi tersebut tersebar di seluruh bagian perkebunan.

“Jenis mencir ini lebih manis, lebih besar ukuran buahnya, dan lebih tahan lama bila dibandingkan dengan jenis california,” ujar Fauzi.

Baca Juga  Menyusuri Keindahan Goa Kelelawar Padayo, Lubuk Kilangan

Pemandangan alam yang asri dan udara yang yang segar menjadi nilai tambah dalam tempat wisata kebun stroberi ini. Selain itu, kebun stroberi Pak Dadang tidak dikenakan biaya masuk ketika berkunjung. Pengunjung dapat memetik buah stroberi sendiri langsung dari tanamannya dengan leluasa.

“Tidak ada biaya masuk untuk pengunjung. Namun, hanya perlu membayar jumlah stroberi yang diambil,” ujar Fauzi.

Pengunjung kebun stroberi diberikan keranjang kecil sebagai tempat untuk meletakkan buah stroberinya. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat mencicipi stroberi secara gratis untuk merasakan manisnya stroberi, sehingga dapat mengetahui kualitas buah yang dipetik. Akan tetapi, jumlah buah yang dicicipi dalam jumlah sewajarnya dan tidak berlebihan. Untuk harga buah stroberi berkisar mulai dari Rp 8.000 per Ons, pengunjung sudah dapat membeli dan memetik secara langsung stroberi yang diinginkan dengan ukuran yang besar.

Salah seorang pengunjung, Shinta Amelia Putri menuturkan kepuasannya di kebun stroberi, sebab tempat perkebunan yang luas dan buah stroberi yang tumbuh juga besar-besar. “Sangat senang berada di sini dan puas juga, karena bisa leluasa juga memilih buah stroberinya langsung dari kebunnya dan masih segar-segar juga,” ujar Shinta.

Baca Juga  Bukit Nobita, Pancarkan Pesona Unik Kota Padang

Di dalam kebun stroberi Pak Dadang, terdapat sebuah pondok yang digunakan sebagai tempat untuk menjamu tamu yang ingin membeli berbagai bahan olahan yang tersedia dari buah stroberi. Bahan olahan tersebut diantaranya jus stroberi, selai stroberi, dan manisan stroberi yang telah dikemas dalam kemasan menarik, sehingga rasa dan kualitas tetap terjamin. Untuk olahan jus stroberi sendiri diproduksi secara berkala, dikarenakan jus hanya dapat tahan selama tiga jam di suhu ruang.

Olahan buah stroberi dijual dengan kisaran harga mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000, pengunjung sudah dapat menikmati berbagai olahan yang tersedia. Tempat ini ramai dikunjungi oleh pengunjung, sehingga stok olahan sering habis dibeli oleh pengunjung yang datang. Jadi, disarankan datang lebih awal sehingga produk olahan yang diinginkan tidak habis. Kebun stroberi Pak Dadang dibuka mulai pukul 08.00 – 18.00 WIB. Perkebunan ini ramai dikunjungi setiap hari, terutama di waktu libuh akhir pekan.

*)Penulis merupakan Mahasiswa Dpeartemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Tag: alamkebunwisata
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penjaga Masjid Al-Hakim bersiap menyapu halaman masjid pada Selasa (28/10/2025) (Genta Andalas/ Nasywa Luhfiyyah Edfa)

Di Antara Azan dan Ombak: Kisah Penjaga Masjid Al-Hakim

4 November 2025 | 11:10 WIB
Amir Syakib, anak bungsu Buya Hamka menyambut kedatangan pengunjung Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka pada Minggu (26/10/2025) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Buya Hamka: Dari Lembah Maninjau Ke Panggung Sejarah

31 Oktober 2025 | 22:26 WIB
(Ilustrasi/Nasywa Luthfiyyah Edfa)

Kuliah, Kerja, dan Harapan: Kisah Mahasiswa UNAND Bertahan untuk Mandiri

30 Agustus 2025 | 10:16 WIB
Seorang pengunjung menyusuri kawasan Candi Tinggi di Kompleks Candi Muaro Jambi, salah satu situs peninggalan Buddha terbesar di Asia Tenggara, Sabtu (19/7/2025) (Genta Andalas/Auryn Dzakirah)

Menapaki Jejak Kejayaan di Candi Muaro Jambi

1 Agustus 2025 | 11:23 WIB
Pengunjung yang menikmati Keindahan Air Terjun Lubuk Hitam, Rabu (16/07/2025) (Genta Andalas/ Nabiela Ramadhani)

Melintasi Jejak Alam Menuju Pesona Tiga Tingkat Lubuk Hitam

26 Juli 2025 | 22:01 WIB

Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

30 Juni 2024 | 20:21 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • KKN Kebencanaan Kapalo Koto dan UNIB Salurkan Bantuan Gizi Pasca Banjir

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Peminjaman Gedung UNAND Masih Hadapi Kendala Teknis

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Potret Kegiatan Ulang Tahun ke-44 LBH Padang

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

Genta Andalas © 2026

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak