• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 8 Januari 2026
gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
gentaandalas.com
Home Berita

Pinyaram, Camilan Tradisional Minangkabau yang Tetap Eksis

oleh Redaksi
28 Juni 2022 | 22:59 WIB
(Genta Andalas/Dok.Pribadi)

(Genta Andalas/Dok.Pribadi)

ShareShareShareShare
(Genta Andalas/Dok.Pribadi)

Oleh: Atika Liutami Sadri*

Sumatra Barat merupakan daerah yang terkenal dengan destinasi wisatanya. Di samping wisata alam, sejarah, dan budaya, Sumatra Barat juga dikenal dengan wisata kulinernya. Salah satu kuliner manis yang dapat kita jumpai di Sumatra Barat adalah kue pinyaram.

Pinyaram merupakan camilan manis asal Minangkabau yang berbahan dasar tepung beras dan gula jawa, kemudian digoreng menggunakan minyak panas. Kuliner ini termasuk jajanan pasar yang lumayan mudah dijumpai di Provinsi Sumatra Barat. Pinyaram biasanya dapat dijumpai di pasar tradisional atau pada prosesi acara adat seperti pernikahan, hajatan, upacara adat, atau acara lainnya.

Bentuknya yang bulat dengan bagian tepi yang bertekstur menjadikan pinyaram lebih garing dengan bagian tengahnya yang lebih padat. Ukuran pinyarampun juga beragam, ada yang kecil, sedang, hingga sebesar piring, tergantung selera penikmatnya. Masalah rasa, pinyaram memiliki rasa yang sangat lezat. Campuran antara gurih dan manis membuat siapapun menjadi ketagihan saat menyantapnya.

Baca Juga  Potret Malam Kolaborasi Pergelaran Orkestra Hasil Riset dan Kreasi Seni ISI Padang Panjang dan Unand

Kue pinyaram diketahui berasal dari Pariaman. Walaupun asalnya dari Pariaman, pinyaram dapat ditemui di daerah lain di Sumatra Barat dengan nama yang berbeda. Bahkan di Pulau Jawapun camilan jenis ini juga ada dengan nama kue cucur. Meski namanya berbeda namun bentuk dan rasa camilan ini tetap sama.

Pinyaram menjadi camilan kesukaan anak-anak, remaja, hingga orang tua di Minangkabau.  Rasanya yang manis nan unik membuat pinyaram disukai oleh berbagai kalangan. Hal inilah yang membuat jajanan ini tetap eksis dan tak lekang oleh zaman.

Baca Juga  Studi Konsorsium PERMAMPU: Tingginya Angka Perkawinan di Bawah Usia 19 Tahun

“Jajanan pinyaram termasuk jajanan tradisional, akan tetapi peminat jajanan ini masih banyak,” ujar Marni salah satu penjual pinyaram yang ada di daerah Kuranji Kota Padang.

Biasanya pinyaram dijual dengan harga Rp1000 perbijinya. Rasanya yang enak dan harganya yang sangat terjangkau membuat pinyaram sangat digemari masyarakat.

*) Penulis merupakan Mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Menjaga Silek di Zaman Modern

4 Januari 2026 | 21:15 WIB
Mediasi antara pekerja, perwakilan Kerapatan Adat Nagari (KAN) dengan pihak Politeknik Negeri Padang pada Rabu (31/12/2025) (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Kebijakan Outsourcing PNP Picu Protes dan Rencana Somasi Pekerja

31 Desember 2025 | 20:34 WIB
Warga membersihkan sisa material banjir di sekitar rumah mereka di kawasan Batu Busuk, Sabtu (28/12/2025). (Sabila Hayatul Dhi’fa/Genta Andalas)

Sebulan Pascabanjir Bandang, Warga Batu Busuk Masih Berjuang Pulih

28 Desember 2025 | 15:30 WIB
Pelepasan mahasiswa KKN Reguler Periode I Tahun 2026 Universitas Andalas bersama mahasiswa KKN Kebencanaan Universitas Bengkulu di Auditorium Universitas Andalas, pada Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini dihadiri pimpinan UNAND, mahasiswa peserta KKN, serta perwakilan mitra. (Genta Andalas/ Alizah Fitri Sudira)

Kolaborasi UNAND dan UNIB dalam KKN Kebencanaan di Sumatra Barat

24 Desember 2025 | 20:58 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

DPT Minim, Partisipasi Pemira UNAND 2025 Turun Signifikan

14 Desember 2025 | 20:37 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

PKM Dilanda Bocor, Pemeliharaan Kampus Tersendat

11 Desember 2025 | 21:51 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustrasi/Tantri Pramudita)

    Pembaruan KUHP dan KUHAP di Tengah Kontroversi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kebijakan Outsourcing PNP Picu Protes dan Rencana Somasi Pekerja

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menjaga Silek di Zaman Modern

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kronologi Korupsi Alat Laboratorium yang Jerat Petinggi UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tradisi Pemindahan Tulang Jenazah, Bentuk Penghormatan Kepada Leluhur Khas Suku Batak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
gentaandalas.com

Genta Andalas © 2025

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak