• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 22 Januari 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Featured

Gulo Gulo Tareh, Si Manis yang Kini Sulit Dicari

oleh Redaksi
28 Juni 2022 | 10:02 WIB
(Genta Andalas/dok.pribadi)

(Genta Andalas/dok.pribadi)

ShareShareShareShare
(Genta Andalas/dok.pribadi)

Gulo Gulo Tareh adalah permen tradisional yang sangat legendaris dahulunya, Gulo gulo tareh ini berasal dari Kota Bukitinggi yang sudah ada sejak lama dan masih bertahan sampai kini,walaupun penjual Gulo Gulo Tareh ini sudah sangat sulit dijumpai tidak sama halnya dengan dahulu. Mungkin hanya anak- anak era tahun 1980 hingga 1990 an yang tahu akan permen legendaris ini dan dikonsumsi dari berbagai kalangan.Namun seiring berjalannya waktu eksistensi permen ini mulai memudar.

Gulo Gulo Tareh ini dalam bahasa Minang memiliki arti permen keras. Gulo Gulo sendiri dalam bahasa Minang artinya Permen sedangkan Tareh sendiri diartikan sebagai keras. Gulo Gulo Tareh ini saat dimakan memang keras, jika belum lumer dimulut makan saat mengunyah Gulo Gulo Tareh ini maka gigi akan menjadi sakit karena memang terbuat dari bahan gula merah yang berasal dari tebu asli.
Tidak hanya gula merah saja luaran dari Gulo Gulo Tareh diberi tepung ubi yang bertujuan agar saat Gulo Gulo Tareh ini dimakan tidak melekat dimulut dan menimbulkan rasa manis yang sangat menyegarkan di mulut. Siapapun yang memakan permen legendaris ini akan jatuh hati dengan rasa manis yang begitu pas dimulut.

Baca Juga  Hilangkan Jenuh dengan Keindahan Kota Padang

Proses Pembuatan Gulo Gulo Tareh ini cukup memakan waktu lama, bisa memakan waktu kurang lebih 6 jam. Memang bahannya mudah ditemukan untuk pembuatan permen ini, namun proses pembuatannya yang sangat lama menjadi penyebab mengapa sudah banyak masyarakat yang tidak memproduksi Jajanan Tradisional Gulo Gulo Tareh ini.Padahal Gulo Gulo ini sangat banyak peminatnya.

Saat membeli jajanan tradisonal ini, Gulo Gulo tareh dikemas dalam sebuah plastik yang berbentuk bulat dan dibaluri dengan tepung diluarnya.

Salah satu penggemar Gulo Gulo Tareh ini mengatakan “Dahulu saat saya masih duduk di bangku SD bentuk dari permen ini berbentuk seperti jari telunjuk dan diletakkan didalam toples dan banyak sekali anak anak sebesar saya yang membelinya sewaktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar,” ucap Neni saat diwawancarai Genta Andalas (15/06/2022).

Sekarang ini, Gulo Gulo Tareh ini memang sangat sulit ditemukan apalagi yang memproduksi permen legendaris ini sudah hanya beberapa.
Namun jangan khawatir jika kamu jalan jalan ke Bukitinggi maka di Janjang Gantuang yang menghubungkan antara Pasar Atas dengas Pasar Bawah juga bisa kita temui orang yang menjual permen legendaris ini. Harga dari permen ini sendiri cukup terjangkau. Satu bungkus kecil dijual dengan harga 5.000 sedangkan untuk satu plastic bungkus besar dijual dengan harga 10.000.

Baca Juga  Cita Rasa Tradisional Sagun Bakar, Kue Khas Minangkabau

Saat hari biasa memang tidak banyak yang membeli Gulo Gulo Tareh ini, namun saat libur telah tiba apalagi saat musim mudik telah tiba banyak sekali wisatawan yang datang untuk membeli permen legendaris ini, apalagi para perantau yang balik ke kampung mereka akan mencari jajanan legenedaris untuk bernolstagia dengan jajanan masa kecil mereka ini. Tidak hanya wisatawan ternyata turis mancanegara pun ikut menikmati Gulo Gulo Legendaris ini.

Salah satu Perantau Minang, Ade, “Saat pulang ke kampung apalagi lewat ke Janjang Gantuang saya tidak akan pernah absen untuk membeli Gulo Gulo Tareh ini karena memang rasanya manis dan pas dimulut sehingga membuat saya tagih akan rasanya” Ucapnya saat di wawancarai Genta Andalas (15/06/2022).

Tag: Bukittinggikuliner
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Kue Sagun Bakar yang dibuat dengan cara tradisional, yakni dengan dibakar. ( Genta Andalas / Putri Salsabila Eryadi)

Cita Rasa Tradisional Sagun Bakar, Kue Khas Minangkabau

1 Juni 2023 | 21:31 WIB
Janjang Ampek Puluah yang Terletak di Antara Perumahan dan Pertokoaan.
Sumber : Kompasiana/ Al Johan

Janjang 40, Spot Foto Berlatar Pemandangan Kota, dari Era Kolonial

27 September 2022 | 22:09 WIB
Jalan yang Membelah Padang Mangateh dengan Latar Gunung Sago. (Genta Andalas/Dok. Pribadi)

Padang Mangateh, Peternakan di Sumatera Barat yang Indah

29 Juni 2022 | 19:24 WIB
(Genta Andalas/dok.pribadi)

Buayan Kaliang, Permainan Tradisional Minangkabau Yang Masih Menggunakan Tenaga Manusia

25 Juni 2022 | 14:58 WIB
Beberapa pengunjung yang sedang berjalan dan menikmati pemandangan di Taman Selecta Malang. (Genta Andalas/Nurul Anisa Azwir)

Taman Selecta Malang, Tempat Wisata Menarik Bernilai Sejarah

13 Maret 2022 | 21:48 WIB

Pengalaman Untuk Meningkatkan Keahlian Selama Perkuliahan

5 Maret 2021 | 17:30 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • KKN Kebencanaan Kapalo Koto dan UNIB Salurkan Bantuan Gizi Pasca Banjir

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Peminjaman Gedung UNAND Masih Hadapi Kendala Teknis

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Potret Kegiatan Ulang Tahun ke-44 LBH Padang

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

Genta Andalas © 2026

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak