• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 22 Januari 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Manfaat Manuskrip Sebagai Sumber Informasi Budaya Masa Lalu

oleh Redaksi
25 Juni 2022 | 15:17 WIB
ShareShareShareShare

Manusia telah memulai kebiasaan menulis sejak ribuan tahun lalu. Hal ini dapat diketahui dari berbagai peninggalan- peninggalan berupa tulisan manusia pada masa lampau. Peninggalan- peninggalan tulisan manusia pada masa lampau yang paling umum dijumpai ialah dalam bentuk manuskrip. Istilah manuskrip sendiri berasal dari bahasa latin, “manu” yang berarti tangan, dan “scriptum,” tulisan. Peninggalan tulisan dalam bentuk manuskrip ini bahkan telah menjadi cabang ilmu tersendiri yang dipelajari oleh orang- orang di dunia, ilmu ini disebut dengan istilah Filologi. Keberadaan ilmu Filologi membuktikan bahwa manuskrip menjadi bahan kajian yang penting untuk diteliti, dikarenakan banyak memuat informasi- informasi mengenai kebudayaan yang penting untuk kita pelajari pada masa sekarang.
Namun sayangnya ilmu filologi atau manuskrip itu sendiri masih merupakan istilah yang cukup asing bagi masyarakat , sehingga cabang ilmu ini tidak sepopuler cabang- cabang ilmu lain , padahal di Indonesia sendiri memiliki banyak potensi manuskrip, misalnya di daerah jawa banyak ditemukan manuskrip- manuskrip peninggalan kerajaan Hindu- Buddha, di Sumatera banyak ditemukannya manuskrip- manuskrip melayu atau manuskrip Minangkabau, dan begitu juga di daerah lain, yang juga banyak menyimpan potensi- potensi manuskrip.

Narasumber : M. Yusuf, M.Hum

Bagaimana kondisi manuskrip di Indonesia pada masa sekarang ?

Jawab :

Di indonesia ada tempat penyimpanan naskah yang dikelola dengan baik ada juga yang kurang baik. kalau di daerah Jawa pada umumnya dikelola dengan baik, ada yang di pesantren, kemudian di kerajaan- kerajaan, seperti di keraton- keraton, di perpustakaan nasional di Jakarta pun dikelola dengan baik. Namun di beberapa daerah misalnya Sumatra Barat relatif, telah dilakukan upaya digitilisasi, namun kalau dikatakan baik, tentu belum, terlebih jika standar yang digunakan adalah standar internasional.
Meskipun pada Undang- Undang kebudayaan telah didahulukan, namun pengetahuan masyarakat untuk memelihara naskah secara baik masih kurang dan ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa manuskrip yang mereka simpan bersifat sakral dan disimpan dengan cara yang salah, misalnya ada yang meletakkan manuskrip ini di atas loteng sehingga mudah rusak ketika terkena udara atau dimakan hewan.
Selain itu pemerintah juga kurang berperan langsung terkadang hanya memberikan dana kepada lembaga- lembaga tertentu untuk melakukan digitalisasi dan itupun dengan harga yang murah. Sehingga banyak perguruan tinggi yang malah bekerja sama dengan pihak luar negeri untuk menyelamatkan manuskrip- manuskrip tersebut.

Baca Juga  Pencegahan Depresi: Ceritakan Masalahmu dan Jangan Takut Salah

Apa manfaat manuskrip untuk masa sekarang ini?

  1. Manuskrip- manuskrip pada masa sekarang telah banyak sekali diolah menjadi sumber- sumber bahan bacaan. Salah satu buku yang saya tulis dari penelitian terhadap manuskrip adalah buku “Cindua Mato” dan banyak juga karya- karya peneliti naskah lain yang telah dibukukan. Kemudian di Sumatra Barat Undang- Undang adat Minangkabau juga diadaptasi dari Tambo. Lalu banyak manuskrip- manuskrip yang juga berbicara masalah keagamaan.
    Kami juga pernah membantu para jurnalis dalam memetakan the rings of fire atau daerah rawan gempa di nusantara yang mana sumber- sumber informasi ini ditulis di dalam naskah lama.
    Sebenarnya banyak hal- hal yang bisa diangkat dari manuskrip, namun kecenderungan orang- orang untuk meneliti manuskrip masih kurang terutama generasi muda, kemudian masih kurangnya peran pemerintah juga menjadi kendala dalam pemanfaatan manuskrip secara maksimal.
  2. Apa harapan khususnya terhadap manuskrip-manuskrip yang ada?
  3. Seperti yang sebelumnya, manuskrip atau naskah lama ini miliki banyak sekali manfaat yang hingga kini bahkan sangat membantu baik penerintah, peneliti hingga akademisi.
    Namun, sangat disayangkan masih banyak naskah kama yang tidak di hargai dan dilestarikan dan belum meratanya pelestarian nadkah lama di berbagai daerah termasuk Sumbar. Hal ini sebaiknya diupayakan betul oleh pemerintah dalam penjagaan dan perawatannya. Tak hanya pemerintah tentunya masyarakat umum juga harus saling menjaga dan merasakan manfaat manuskrip ini.
    Selain itu juga, sebenarnya banyak hal- hal yang bisa diangkat dari manuskrip, namun kecenderungan orang- orang untuk meneliti manuskrip masih kurang, hal ini dikarenakan ilmu filologi yang memang masih jarang diketahui masyarakat, selain SDM dari dalam negeri pun belum memadai untuk melakukan penelitian- penelitian lebih lanjut terhadap manuskrip. Dalam ilmu filologi teks diteliti dengan dua cabang ilmu yakni kodikologi dan tekstologi. Kodikologi meneliti manuskrip lebih kepada fisik naskah sedangkan tekstologi lebih mengkaji makna teks manuskrip. Selain itu meneliti manuskrip juga memerlukan cabang- cabang ilmu lain, seperti pengetahuan tentang bahasa, agama ,juga sejarah. Semoga dengan kedepannya permasalahan terkait manuskrip ini bisa diatasi bersama.
Baca Juga  Berkunjung ke Wilayah Habitat Gajah Sumatra di Suaka Margasatwa Balai Raja
Tag: #unandFIB
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penjaga Masjid Al-Hakim bersiap menyapu halaman masjid pada Selasa (28/10/2025) (Genta Andalas/ Nasywa Luhfiyyah Edfa)

Di Antara Azan dan Ombak: Kisah Penjaga Masjid Al-Hakim

4 November 2025 | 11:10 WIB
Amir Syakib, anak bungsu Buya Hamka menyambut kedatangan pengunjung Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka pada Minggu (26/10/2025) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Buya Hamka: Dari Lembah Maninjau Ke Panggung Sejarah

31 Oktober 2025 | 22:26 WIB
(Ilustrasi/Nasywa Luthfiyyah Edfa)

Kuliah, Kerja, dan Harapan: Kisah Mahasiswa UNAND Bertahan untuk Mandiri

30 Agustus 2025 | 10:16 WIB
Seorang pengunjung menyusuri kawasan Candi Tinggi di Kompleks Candi Muaro Jambi, salah satu situs peninggalan Buddha terbesar di Asia Tenggara, Sabtu (19/7/2025) (Genta Andalas/Auryn Dzakirah)

Menapaki Jejak Kejayaan di Candi Muaro Jambi

1 Agustus 2025 | 11:23 WIB
Pengunjung yang menikmati Keindahan Air Terjun Lubuk Hitam, Rabu (16/07/2025) (Genta Andalas/ Nabiela Ramadhani)

Melintasi Jejak Alam Menuju Pesona Tiga Tingkat Lubuk Hitam

26 Juli 2025 | 22:01 WIB

Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

30 Juni 2024 | 20:21 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • KKN Kebencanaan Kapalo Koto dan UNIB Salurkan Bantuan Gizi Pasca Banjir

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Peminjaman Gedung UNAND Masih Hadapi Kendala Teknis

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Potret Kegiatan Ulang Tahun ke-44 LBH Padang

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

Genta Andalas © 2026

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak