• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, 11 Februari 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Manfaatkan Potensi Lahan, Mahasiswa KKN Unand Kenalkan Metode Pertanian Akuaponik

oleh Redaksi
8 Agustus 2021 | 06:23 WIB
Penanaman sayur kangkung menggunakan media akuaponik yang dilakukan kelompok KKN Unand Banten bersama pemuda desa. (Genta Andalas/dok. Pribadi)

Penanaman sayur kangkung menggunakan media akuaponik yang dilakukan kelompok KKN Unand Banten bersama pemuda desa. (Genta Andalas/dok. Pribadi)

ShareShareShareShare
Penanaman sayur kangkung menggunakan media akuaponik yang dilakukan kelompok KKN Unand Banten bersama pemuda desa. (Genta Andalas/dok. Pribadi)

Banten, gentaandalas.com- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) wilayah Ciomas, Banten memperkenalkan metode pertanian akuaponik melalui demo yang melibatkan pemuda setempat. Metode ini dipilih setelah melihat adanya potensi lahan yang dimiliki masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Mahasiswi Fakultas Pertanian Unand, Efi Fadhillah selaku inisiator program tersebut.

“Latar belakang penerapan metode ini karena masyarakat di sini banyak yang memiliki kolam ikan namun dengan lahan yang sempit, sehingga metode ini cocok untuk diterapkan,” jelas Efi melalui sambungan telepon, Sabtu (7/8/2021).

Akuaponik merupakan sistem budidaya yang menggabungkan antara akuakultur dengan hidroponik. Efi menyebutkan bahwa penerapan metode akuaponik akan lebih menguntungkan, karena dengan lahan yang terbatas mampu menghasilkan dua komoditas, yaitu sayur dan ikan, sehingga dapat menekan biaya budidaya.

Lebih lanjut Efi menjelaskan, kelebihan metode akuaponik dibanding hidroponik terletak dari segi penyediaan nutrisinya.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UNAND Pangian Berdayakan Limbah Kotoran Ayam Petelur Menjadi Pupuk Organik

“Untuk hidroponik kita harus membeli nutrisinya, kalau akuaponik cukup dari kotoran ikannya,” ujarnya.

Cara pembuatan media akuaponik cukup sederhana. Gunakan ember yang berukuran 80 liter yang akan digunakan sebagai kolam ikan. Kemudian lubangi tutup ember tersebut sehingga gelas plastik bisa masuk. Selanjutnya, isi gelas plastik tersebut dengan tanah, lalu tabur benih sayuran yang diinginkan di atasnya. Jangan lupa untuk melubangi bagian bawah gelas plastik agar air di dalam ember dapat diserap.

“Sayurnya menggunakan kangkung, sedangkan ikannya ikan lele,” kata Efi.

Selain itu, Efi juga memaparkan dalam pembuatan akuaponik dibutuhkan dana awal pembuatan dan perwatan yang rutin. Sedikitnya, air sebagai media budidaya ikan harus satu minggu sekali jika tidak memakai sistem pompa.

Efi berharap metode akuaponik bisa jadi peluang usaha baru untuk pemuda yang ada di desa.

Baca Juga  Manfaatkan Teknologi, Mahasiswa KKN Kurao Pagang Ciptakan Alat Sensor Pengingat Prokes

“Semoga program ini bisa memberdayakan pemuda untuk menerapkan sistem yang lebih baik dalam pertanian, memanfaatkan lahan sempit, dan pertanian yang lebih organik,” tuturnya

Ketua Pemuda Tani Dwiyanto Setiawan berharap agar sistem akuaponik tersebut dapat populer di daerahnya karena sistem pendapatan masyarakat datang dari sektor perikanan dan pertanian hanya saja lahannya terbatas.

“Maunya akuaponik populer di sini, karena masih banyak yang belum mengenal akuaponik terutama di daerah saya yaitu Kampung Balaikambang. Dari pemeliharaan dan pemupukannya tidak ribet, karena kita hanya mengandalkan air dan dari ikan itu sendiri,” ungkap Dwi.

Dwi menambahkan, jika teknik ini juga harus sejalan dengan kesadaran masyarakat agar dapat efektif saat dilakukan.

Reporter : Icha Putri dan Dian Fitri Yova
Editor : Linda Susanti

Tag: KKN Unand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Sosialisasi MoU Dewan Pers oleh ASPEM Sumbar di Universitas Andalas pada Kamis (29/1/2026) (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

UNAND Kampus Pertama Terima Sosialisasi MoU Dewan Pers

29 Januari 2026 | 22:41 WIB
Sesi diskusi dalam perayaan HUT AJI ke 21 pada Sabtu (24/1/26) (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

HUT ke-21 AJI Padang, Tegaskan Komitmen Mengawal Sumatera Pulih

25 Januari 2026 | 22:12 WIB
(Foto/Tim KKN Universitas Andalas di Nagari Ganggo Mudiak, Pasaman)

Mahasiswa KKN Hadirkan Edukasi PHBS dan Microgreen di Nagari Ganggo Mudiak

25 Januari 2026 | 20:56 WIB
Direktur LBH Padang melaunching usaha kopi LBH Padang yang diberi nama Kopi Rakyat, sekaligus membuka open donasi warga bantu warga, Selasa (20/1/2026) (Genta Andalas/Oktavia Ramadhani)

Potret Kegiatan Ulang Tahun ke-44 LBH Padang

21 Januari 2026 | 10:56 WIB
Pengurus LBH Padang melakukan foto bersama dalam rangka Ulang Tahun LBH 44 thn pada Selasa (20/1/2026) (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

44 Tahun LBH Padang dan Peluncuran CATAHU 2025

21 Januari 2026 | 10:26 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadillah)

Peminjaman Gedung UNAND Masih Hadapi Kendala Teknis

17 Januari 2026 | 22:12 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustratsi/Fadhilah Lisma Sari)

    Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pengangguran Usia Muda di Tengah Perubahan Dunia Kerja

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • KKN Kebencanaan Kapalo Koto dan UNIB Salurkan Bantuan Gizi Pasca Banjir

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak