• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, 16 Januari 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
Home Berita Feature

Menuai Eksistensi Sebagai Seorang Barista

oleh Redaksi
23 Mei 2021 | 17:29 WIB
(Genta Andalas/dok. Pribadi)

(Genta Andalas/dok. Pribadi)

ShareShareShareShare

Oleh : Nurul ‘Ain*)

(Genta Andalas/dok. Pribadi)

Menjadi seorang barista merupakan tren kekinian untuk meraih eksistensi diri yang positif dan inspiratif di kalangan mahasiswa. Sehingga kebanyakan dari mereka yang bekerja sebagai seorang barista di coffe shop (kedai kopi) merupakan mahasiswa aktif yang bekerja dengan sistem paruh waktu. Eksistensi diri yang didapatkan berupa citra diri yang dikenal serta diakui keberadaannya oleh teman maupun relasi baru dari tempatnya bekerja atau kedai kopi lainnya.

Tren serta eksistensi ini bermula sejak sistem perkuliahan dilakukan secara daring, sehingga mahasiswa mengincar kedai kopi untuk mencari kegiatan lain dikarenakan sistem perkuliahan yang monoton atau untuk mendapatkan penghasilan yang berakhir pada eksistensi diri. Seperti yang dilakukan Aditia Agam Wijaya, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unand angkatan 2018 ini memilih bekerja paruh waktu sebagai barista di Dua Pintu Coffe karena merasa jenuh dengan kegiatan perkuliahan daring.

Baca Juga  Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka Unand Turun Drastis

“Karena merasa jenuh dengan perkuliahan daring makanya ingin mencari kegiatan baru, saya tertarik menjadi seorang barista,” ungkapnya melalui WhatsApp, Sabtu (22/5/2021).

Sementara itu, Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas (Unand) angkatan 2018 Melati Tri Wangi yang bekerja di Parewa Coffe mengungkapkan motivasi terkuatnya untuk bekerja di sebuah kedai kopi untuk menambah pengalaman serta memperluas relasi pertemanan.

“Selain dapat gaji, keuntungan yang paling terasa adalah seperti teman dan relasi baru, serta pengalaman kerja sehingga dapat merasakan perbedaan antara dunia perkuliahan dengan dunia kerja,” tutur Melati.

Baca Juga  Antara Sampah dan Kepeduliaan : Realita Sekolah Berdekatan dengan TPA

Melati juga memaparkan bahwa ia memperoleh eksistensi diri saat telah menjadi seorang barista. Melalui eksistensi dia dapat mem-branding diri dan memperoleh citra dirinya sendiri.

*Penulis merupakan Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi 2018 Fakultas ISIP Universitas Andalas

Tag: Mahasiswatren
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penjaga Masjid Al-Hakim bersiap menyapu halaman masjid pada Selasa (28/10/2025) (Genta Andalas/ Nasywa Luhfiyyah Edfa)

Di Antara Azan dan Ombak: Kisah Penjaga Masjid Al-Hakim

4 November 2025 | 11:10 WIB
Amir Syakib, anak bungsu Buya Hamka menyambut kedatangan pengunjung Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka pada Minggu (26/10/2025) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Buya Hamka: Dari Lembah Maninjau Ke Panggung Sejarah

31 Oktober 2025 | 22:26 WIB
(Ilustrasi/Nasywa Luthfiyyah Edfa)

Kuliah, Kerja, dan Harapan: Kisah Mahasiswa UNAND Bertahan untuk Mandiri

30 Agustus 2025 | 10:16 WIB
Seorang pengunjung menyusuri kawasan Candi Tinggi di Kompleks Candi Muaro Jambi, salah satu situs peninggalan Buddha terbesar di Asia Tenggara, Sabtu (19/7/2025) (Genta Andalas/Auryn Dzakirah)

Menapaki Jejak Kejayaan di Candi Muaro Jambi

1 Agustus 2025 | 11:23 WIB
Pengunjung yang menikmati Keindahan Air Terjun Lubuk Hitam, Rabu (16/07/2025) (Genta Andalas/ Nabiela Ramadhani)

Melintasi Jejak Alam Menuju Pesona Tiga Tingkat Lubuk Hitam

26 Juli 2025 | 22:01 WIB

Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

30 Juni 2024 | 20:21 WIB

TERPOPULER

  • (Foto/Alyssa Calista Harahap)

    KKN Kebencanaan Kapalo Koto dan UNIB Salurkan Bantuan Gizi Pasca Banjir

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Dana Ormawa Kasus Korupsi 2022 Masuki Tahap Pencairan, UNAND Tunggu SPTJM

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketika Negara Kecil Dihukum dan Negara Besar Kebal Hukum

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

Genta Andalas © 2026

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak