• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, 9 Januari 2026
gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
gentaandalas.com
Home Sastra dan Budaya Khasanah Budaya

Kue Mangkuak Sayak, Panganan Khas Minang yang Tetap Eksis

oleh Redaksi
22 Februari 2021 | 16:36 WIB
ShareShareShareShare

Oleh : Amelya Asti Pratiwi dan Reza Aulia*
Kue mangkuak sayak merupakan salah satu panganan khas Minangkabau yang dulunya sering disajikan pada acara-acara adat. Sesuai dengan namanya, kue mangkuak sayak ini disajikan dengan menggunakan sayak atau yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai tempurung atau batok kelapa. Batok kelapa yang digunakan dibersihkan terlebih dahulu bagian luar dan dalamnya, inilah yang dijadikan tempat untuk menyajikan kue tersebut.


Kue mangkuak sayak dapat ditemui di setiap daerah di Minang, dengan ciri khasnya masing-masing. Namun, mungkin tak semudah menemukan panganan sejenis, seperti kue Bika, Nago Sari, Onde-Onde dan lain-lain. Mungkin saja anak-anak millenial saat ini tak mengetahui panganan ini. Karena memang seperti yang kita lihat sekarang, sudah banyak jajanan kekinian yang hadir sehingga panganan tradisional sudah mulai terlupakan.

Baca Juga  Mitos Palasik, Sosok Mistis Pemakan Bayi


Berbeda dengan anak muda lainnya, Risa memilih usaha kue tradisional, seperti kue mangkuak sayak, kue talam ubi, dan jajanan lainnya. Menurutnya dengan menjual panganan ini dapat menjadi ajang memperkenalkan makanan tradisional ke kalangan anak muda sekarang,
“Kue mangkuak membawa kita nostalgia kembali ke makanan zaman kita masih kecil. Bahan yang mudah dicari serta cita rasa yang khas dan lezat dominan bisa diterima oleh semua kalangan,” tuturnya.


Selain disajikan di dalam sayak, Risa juga menjelaskan bahwa kue ini juga ia sajikan di atas piring kecil dan juga di dalam cup. Karena ia sendiri juga ingin mengikuti perkembangan zaman saat dimana orang-orang menyukai hal-hal yang praktis dan lebih sederhana. Sehingga ia pun turut memberikan inovasi pada penyajian kue mangkuak tanpa menghilangkan nilai estetikanya.

Baca Juga  Tradisi “Pesta” dalam Upacara Kematian Suku Batak


Kue mangkuak ini terdiri atas dua lapis bagian yang memiliki cita rasa yang manis dan gurih. Rasa manis ini berasal dari gula aren cair yang digunakan di dalam adonan. Selain itu, juga terdapat adonan tape yang juga dimasukkan ke dalamnya. Setelah bagian pertama ini dikukus maka juga terdapat bagian berwarna putih di atasnya yang merupakan campuran antara tepung beras dan santan. Oleh karena itulah, kue ini juga terasa gurih karena adanya campuran santan.


Kue ini sangat lezat dimakan selagi hangat. Apalagi jika baru saja dikeluarkan dari kukusan, maka akan tercium aromanya yang wangi dan ketika dimakan pun akan terasa sangat lembut di mulut.

Tag: Khasanah budayaminangTradisional
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Menjaga Silek di Zaman Modern

4 Januari 2026 | 21:15 WIB

Tabut Bengkulu dan Tabuik Pariaman: Satu Sejarah Karbala, Dua Ekspresi Budaya Nusantara

25 Agustus 2025 | 14:22 WIB

Tradisi Tolak Bala Masyarakat Nagari Parambahan Membina Kerukunan Antar Warga

20 Juli 2024 | 22:35 WIB
Dangke Naniura/ Indonesia .go.id

Dengke Naniura Cita Rasa Sashimi Khas Indonesia dari Suku Batak

6 Mei 2024 | 18:20 WIB
Dok. Taman Budaya Sumatra Utara/ Jefri Tarigan

Tradisi Pemindahan Tulang Jenazah, Bentuk Penghormatan Kepada Leluhur Khas Suku Batak

6 Mei 2024 | 00:37 WIB
(Ilustrator/Fahara Azzah Syafaqoh)

Untaian Tali Sejuta Makna

4 Juli 2023 | 00:27 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustrasi/Tantri Pramudita)

    Pembaruan KUHP dan KUHAP di Tengah Kontroversi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kebijakan Outsourcing PNP Picu Protes dan Rencana Somasi Pekerja

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menjaga Silek di Zaman Modern

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketika Negara Kecil Dihukum dan Negara Besar Kebal Hukum

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kronologi Korupsi Alat Laboratorium yang Jerat Petinggi UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
gentaandalas.com

Genta Andalas © 2025

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak