• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Senin, 5 Januari 2026
gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
gentaandalas.com
Home Aneka Ragam

Fenomena Bahasa Indonesia-Minang Sebagai Wujud Dinamika Bahasa yang Terjadi di Ranah Sosial

oleh Redaksi
18 Februari 2021 | 15:47 WIB
ShareShareShareShare

Indonesia merupakan negara multikulturalisme, keberagaman budaya, bahasa, etnis dan lainnya kerap ditemui di Indonesia. Setiap budaya daerah memiliki bahasanya sendiri sehingga bahasa indonesia hadir sebagai perwujudan bahasa persatuan yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Bahasa dengan kedinamisannya akan berkembang sejalan dengan pengaruh perkembangan zaman. Disamping bahasa Nasional dan bahasa daerah kerap muncul pula bahasa gaul termasuk pula adanya pencampuran bahasa Indonesia dan bahasa daerah itu sendiri di masyarakat. Salah satu contohnya adalah pencampuran Bahasa Indonesia dan Bahasa Minang atau akrab disebut Bahasa Indomi (Indonesia-Minang). Penggunaan Bahasa Indomi ini dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari kondisi masyarakat yang terus mengalami perkembangan. Kebhinekaan masyarakat di Sumatra Barat juga menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya fenomena Bahasa Indomi. Namun, apakah sejatinya Bahasa Indomi dapat digunakan kapan saja dan dimana saja? Bagaimana fenomena pencampuran bahasa Indonesia dan bahasa daerah dalam kehidupan sosial? bagaimana sebenarnya berbahasa yang baik dan benar itu? Apa yang dapat dilakukan generasi muda dalam melestarikan bahasa nasioal dan daerah? (Dian Mardhiyyah dan Elvi Rahmawani).

Narasumber: Sonezza Ladyanna, S.S.,M.A

Jawaban:

Pada umumnya sifat dasar bahasa itu ialah dinamis dan arbitrer. Dikatakan bahasa dinamis karena bahasa akan mengikuti perkembangan zaman sesuai situasi dan kondisi masyarakat. Selanjutnya, bahasa bersifat arbitrer dimana setiap penutur bebas menggunakan bahasa itu sendiri. Walaupun bebas, penutur harus dapat menentukan dimana menggunakan bahasa yang tepat.

BACA JUGA  Training Legislative: Legislator Harus Solutif, Tidak Hanya Kritis

Fenomena pencampuran Bahasa Indonesia dan bahasa daerah sendiri, sebenarnya bukan hal yang tidak biasa karena termasuk kepada bentuk dinamika bahasa yang ada di masyarakat. Hal yang menjadi penyebab adanya gejala dinamika bahasa terutama pencampuran bahasa Indonesia dan daerah ialah lingkungan sosial. Cara seorang penutur berbahasa dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, termasuk juga bahasa ibu (mother tongue) yang kerap digunakan dalam keseharian. Oleh karena itu, hal yang paling penting ialah bagaimana cara penutur untuk dapat menggunakan bahasa sesuai situasi dan kondisi. Umumnya, penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah semisal bahasa minang oleh sebagian masyarakat termasuk kepada bentuk bahasa informal dan harus dituturkan dalam situasi santai dengan teman, kerabat dan lain sebaginya.

Sebenarnya keberagaman bahasa menjadikan masyarakat semakin arif dan bijak. Sebagai masyarakat terutama generasi muda sebaiknya mampu berbahasa dengan situasi yang ada, menempatkan bahasa sesuai tempatnya dan gaya bertutur yang tepat maka sudah dapat dikatakan berbahasa yang baik sesuai dengan sifat bahasa yaitu dinamis dan arbitrer.

BACA JUGA  Demontrasi dan Masyarakat

Dalam upaya mempertahankan dan melestarikan bahasa, Badan Bahasa mengeluarkan istilah Trigatra Bahasa yang bermakna bahwa sebagai masyarakat yang bijak kita harus mengutamakan penggunaan bahasa nasional Bahasa Indonesia, disamping itu kita juga harus bisa untuk melestarikan bahasa daerah serta mampu menguasai bahasa asing. Tiga komponen bahasa ini merupakan hal yang harus diketahui oleh masyarakat bahwa pentingnya pengetahuan akan bahasa meliputi bahasa nasional, bahasa daerah dan bahasa asing.

Percampuran Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, misalnya bahasa minang justru dapat melestarikan bahasa daerah itu sendiri hanya saja jika digunakan dengan situasi dan kondisi yang tepat karena merupakan salah satu bentuk bahasa informal. Selain itu, sebenarnya tidak ada istilah bahasa gaul atau semacamnya dapat merusak bahasa nasional atau bahasa daerah, sebenarnya yang menjadi penyebab ialah penutur yang tidak dapat menempatkan penggunaan bahasa sesuai situasi dan kondisi. Oleh karena itu diharapkan masyarakat untuk dapat berbahasa sesuai situasi dan kondisi. Dalam kondisi santai boleh menggunakan bahasa informal semisal campuran bahasa indonesia dan minang bahkan bahasa gaul, sebaliknya dapat gunakan bahasa formal dalam kondisi yang telah ditentukan.

*Narasumber merupakan Dosen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Andalas

Tag: IndonesiaKonsultasiMahasiswaminang
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mediasi antara pekerja, perwakilan Kerapatan Adat Nagari (KAN) dengan pihak Politeknik Negeri Padang pada Rabu (31/12/2025) (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Kebijakan Outsourcing PNP Picu Protes dan Rencana Somasi Pekerja

31 Desember 2025 | 20:34 WIB
Warga membersihkan sisa material banjir di sekitar rumah mereka di kawasan Batu Busuk, Sabtu (28/12/2025). (Sabila Hayatul Dhi’fa/Genta Andalas)

Sebulan Pascabanjir Bandang, Warga Batu Busuk Masih Berjuang Pulih

28 Desember 2025 | 15:30 WIB
Pelepasan mahasiswa KKN Reguler Periode I Tahun 2026 Universitas Andalas bersama mahasiswa KKN Kebencanaan Universitas Bengkulu di Auditorium Universitas Andalas, pada Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini dihadiri pimpinan UNAND, mahasiswa peserta KKN, serta perwakilan mitra. (Genta Andalas/ Alizah Fitri Sudira)

Kolaborasi UNAND dan UNIB dalam KKN Kebencanaan di Sumatra Barat

24 Desember 2025 | 20:58 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

DPT Minim, Partisipasi Pemira UNAND 2025 Turun Signifikan

14 Desember 2025 | 20:37 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

PKM Dilanda Bocor, Pemeliharaan Kampus Tersendat

11 Desember 2025 | 21:51 WIB
Suasana penyerahan hadiah dan sesi foto para pemenang Duta Mahasiswa Genre UNAND 2025 pada malam Grand Final di Convention Hall Universitas Andalas pada Rabu (10/12/2025) (Genta Andalas/Oktavia Ramadhani)

Duta GenRe UNAND 2025 Resmi Dinobatkan

11 Desember 2025 | 01:31 WIB

TERPOPULER

  • Mediasi antara pekerja, perwakilan Kerapatan Adat Nagari (KAN) dengan pihak Politeknik Negeri Padang pada Rabu (31/12/2025) (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

    Kebijakan Outsourcing PNP Picu Protes dan Rencana Somasi Pekerja

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Sebulan Pascabanjir Bandang, Warga Batu Busuk Masih Berjuang Pulih

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketika Meme Membuat Para Pejabat Tidak Lagi DiSakralkan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menjaga Silek di Zaman Modern

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kronologi Korupsi Alat Laboratorium yang Jerat Petinggi UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
gentaandalas.com

Genta Andalas © 2025

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak