Beranda Berita

Aksi 2 Mei Usai, Pihak Pimpinan Unand Kunjungi Rumah Punggawa Aksi

Wapresma BEM KM Unand Randi, dan Mensospol BEM KM Unand Ananda Harahap saat diwawancarai di Sekretariat BEM KM Unand, Minggu (5/5/2019). (Foto: Nurul Fatimah)

gentaandalas.com- Usai aksi 2 Mei, beredar informasi di media sosial bahwa pihak pimpinan Universitas Andalas (Unand) yang diwakili oleh Kepala Biro Akademik, mengunjungi rumah punggawa aksi, yaitu Presiden Mahasiswa (Presma) BEM KM Unand Ismail Zainuddin, Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Randi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rio Fikrul Irsyad dan Menteri Sosial Politik (Mensospol) Ananda Harahap yang orang tuanya dihubungi via telpon oleh pihak pimpinan kampus. Informasi tersebut dibenarkan oleh  Wapresma, Mensospol, dan Menlu BEM KM Unand, ketika ditemui kru Genta Andalas di Sekretariat BEM KM Unand, Minggu, (5/5/2019).

Wapresma BEM KM Unand Randi menceritakan bahwa rumahnya dikunjungi oleh pihak kampus dengan alasan Evaluasi Bidikmisi pada 4 Mei lalu. Pihak pimpinan menasihati Randi supaya cepat tamat dan tidak lagi melakukan kegiatan yang tidak berguna. Menurutnya, hal itu tidak ada korelasinya dengan Evaluasi Bidikmisi.

Selain itu, Randi menambahkan ada pertanyaan yang diselipkan oleh pihak kampus yang menurutnya telah mengganggu ranah pribadi. Orang tuanya ditanyai apakah Randi menelpon orang tuanya pada tanggal 1 Mei lalu.

“Dari sana, saya berasumsi bahwa pihak kampus memastikan apakah saya meminta izin untuk aksi pada 2 Mei lalu,” tambah Randi.

BACA JUGA:  Polemik BEM KM Unand, DPM KM Unand Rekomendasikan Presma Unand Undur Diri

Kemudian Randi menjelaskan, rumah Presma BEM KM Unand Ismail Zainuddin juga dikunjungi oleh pihak pimpinan kampus pada Minggu (5/5/2019). Dari informasi yang baru didapatkannya, pihak pimpinan kampus beralasan datang ke rumah Ismail untuk Evaluasi Bidikmisi.

“Pihak pimpinan kampus datangi Presma untuk mencocokkan data Bidikmisi yang lama masih sama dengan yang baru,” kata Randi.

Randi menuturkan, dicabutnya Bidikmisi itu baru isu yang beredar dari beberapa dosen. Pihak pimpinan kampus belum ada yang mengatakan baik secara lisan ataupun tulisan mengenai pencabutan Bidikmisi tersebut. Namun, Randi menyayangkan mengapa hanya mahasiswa yang mengikuti aksi yang langsung dievaluasi Bidikmisinya. Jika memang ingin Evaluasi Bidikmisi, harusnya seluruh mahasiswa Unand yang menerima Bidikmisi dikunjungi untuk dievaluasi, tak masalah baginya. Anehnya, Ananda Harahap yang bukan penerima Bidikmisi pun orangtuanya juga dihubungi oleh pihak pimpinan kampus.

Menlu BEM KM Unand Rio Fikrul Irsyad juga mengatakan rumahnya dikunjungi oleh pihak pimpinan kampus pada Minggu (5/5/2019). Rio menceritakan, sama seperti teman yang lainnya, alasannya Evaluasi Bidikmisi.

“Pihak pimpinan kampus menanyakan kecocokan data,  pembayaran listrik di rumah. Setelah itu, orang tua saya juga melampirkan slip pembayaran listrik,” cerita Rio.

BACA JUGA:  Aksi Lanjutan Aliansi BEM Sumbar, Gubernur Tandatangani Tuntutan Mahasiswa

Menanggapi hal tersebut, Kasubag Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni Unand Destrinita mengungkapkan tidak tahu mengenai kunjungan Evaluasi Bidikmisi tersebut. Destrinita juga menambahkan, ia juga diajak untuk ikut kunjungan Evaluasi Bidikmisi tersebut, namun ia menolak.

“Saat ini sedang dalam bulan Ramadhan. Saya juga punya keluarga, tetapi bagian akademik tetap pergi,” katanya saat diwawancarai Senin (6/5/2019).

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial mengenai ancaman berupa Evaluasi Bidikmisi oleh pihak pimpinan Unand kepada beberapa peserta aksi Evaluasi Kinerja Rektor, Kamis (2/5/2019).

Setelah aksi, Wapresma BEM KM Unand Randi mengungkapkan, sangat disayangkan ketika aksinya bersama KM Unand mendapat ancaman ia diberikan pertanyaan apakah ia mahasiswa Bidikmisi atau tidak. Menurutnya, pertanyaan itu ambigu. Entah apa maksud dan tujuan pertanyaan itu.

“Kami merasa ini bentuk ancaman, supaya kami jadi tidak leluasa menyampaikan aspirasi itu. Saat itu, pihak kampus mengambil foto kami sambil melontarkan kata-kata ancaman tersebut,” ungkap Randi.

Reporter: Nurul Fatimah dan Qudwatun Nisaa

Editor: Nurul Pratiwi

 

1 KOMENTAR

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here