Beranda Berita

7 dari 9 Calon DPM Sebut Pemira 2017 Sangat Memprihatinkan

Kampanye Akbar Calon DPM 2018 di PKM Unand, Senin (20/11/2017). (Foto: RIzka Desri Yusfita)

gentaandalas.com– Tujuh dari sembilan calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) 2018 menyebut Pemilihan Raya (Pemira) Keluarga Mahasiswa (KM) Unand sangat memprihatinkan. Sebab pada Pemira 2017 terdapat pasangan calon (paslon) tunggal Capres dan Cawapres.

Tujuh dari sembilan calon DPM 2018 berpendapat paslon tunggal pada Pemira 2017 terjadi karena kurang gencarnya publikasi oleh Badan Pemilihan Umum (BPU) terkait Pemira. Serta tidak adanya Undang-Undang (UU) yang mengatur secara jelas tentang Pemira. Oleh karena itu, kata  Rezki Puspita Dewi, calon DPM dari Fakultas Ekonomi, DPM KM Unand perlu mengubah undang-undang tentang Pemira.

“DPM KM Unand perlu membuat aturan yg jelas jika nanti terjadi lagi paslon tunggal,” katanya saat Kampanye Akbar Calon DPM 2018, Senin (20/11/2017).

Tak hanya itu, sifat apatis mahasiswa juga merupakan permasalahan terbesar pada pergerakan mahasiswa saat ini. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang calon DPM, Martania Anggrainy.

“KM Unand saat ini apatis. Jika saja KM Unand tidak apatis, mungkin pasangan Presma dan Wapresma akan banyak,” katanya.

Selain karena apatis, Calon DPM dari Fakultas Teknik Pertanian Juli Arifiansyah menyebut mahasiswa saat ini cenderung lebih fokus pada akedemik. Sehingga mengurangi minatnya untuk berorganisasi.

Menurut tujuh dari sembilan calon DPM 2018, Pemira serentak merupakan salah satu solusi untuk memecahkan permasalahan pada Pemira. Diharapkan dengan adanya Pemira serentak, jumlah pemilih dan euforia Pemira di setiap fakultas lebih meningkat.

Reporter : Rizka Desri Yusfita

Editor     : Mis Fransiska Dewi

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here