Selasa, 19 September 2017

Home » Gentainment » Karya Calon Anggota » 19 Tahun Setelah Kemenangan

19 Tahun Setelah Kemenangan

3 September 2017 - 7:13 WIB Kategori: Karya Calon Anggota, Resensi 0 Komentar A+ / A- Dilihat: 82 Kali

Identitas Buku

Judul                : Harry Potter And The Cursed Child

Parts One And Two PlayScript

Penulis             : J.K. Rowling, John Tiffany & Jack Thorne

Penerbit           : Little Brown, London

Tahun Terbit    : 25 Juli 2017 (Gramedia, Indonesia)

Bahasa             : Inggris

Resensiator     : Juri Panjaitan

Lanjutan kisah dunia sihir Harry Potter kali ini bukanlah berdasarkan novel seperti sebelumnya. Buku Harry Potter And The Cursed Child ini justru terbit setelah  teaternya di London, Inggris dimainkan. Karena itu cerita dalam buku ini bukanlah raingkaian sebuah novel, tetapi berisi naskah drama para pemain Harry Potter And The Cursed Child untuk teaternya di London. Tingginya minat dan antusias para penggemar untuk mengetahui sequel dari kelanjutan dunia sihir ini membawa kembali ide-ide menarik untuk dikembangkan dalam dunia teater. Namun, hal ini tentu kurang berkesan jika cerita ini tidak diperkenalkan secara luas melalui buku seperti sebelumnya. Lantas bagaimana mungkin para potterhead (sebutan untuk penggemar Harry Potter) di luar Inggris bisa merasakan hal ini? Menonton teaternya secara langsung tentu merupakan sebuah impian, tetapi apa boleh buat biaya untuk pergi kesana tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Karena itulah alasan buku Harry Potter And The Cursed Child ini hadir untuk seluruh penggemar dunia sihir Harry Potter. Namun, melihat dari jumlah halamannya, para potterhead tentu akan merasa cerita ini terkesan singkat. Pasalnya halaman novel sebelumnya bisa 400 sampai 900 halaman dibanding keluaran terbarunya. Hal ini bisa terjadi karena paragraf mengenai narasi tentu jauh berkurang digantikan dengan dialo-dialog tiap tokohnya. Namun demikian, cerita ini justru jauh dari kata membosankan.

Lalu bagaimana dengan kisah di dalamnya? Cerita ini di awali dengan adegan terakhir Harry saat mengantar anaknya Albus di platform 9 ¾ saat di Deathly Hallows part 2. Albus merasa khawatir bagaimana jika sang “topi” Hogwarts menempatkannya di asrama Slytherin bukan asrama Gryffindor seperti Harry, Gin, atau bahkan James abangnya yang terpilih di asrama Gryffindor. Harry sebagai ayah tentu tidak peduli di manapun Albus ditempatkan, karena ia yakin bahwa Slytherin maupun Gryffindor tidak ada yang buruk. Harry tidak lupa menjelaskan pada Albus bahwa nama tengahnya sendiri “Severus” merupakan nama yang diambil dari salah satu guru besar di Hogwarts, pria paling pemberani yang Harry hormati dari asrama Slytherin. Jadi mengapa Albus harus takut dan cemas akan hal itu?

Namun Albus tetaplah seorang remaja yang mencemaskan banyak hal. Terlebih, ia merasa hidup di bawah bayang-bayang ayah yang telah mengalahkan seorang pangeran kegelapan, Lord Voldemort. Bagaimana jika ia tidak bisa sehebat ayahnya? Tidak sepintar ayahnya? Dan banyak kekhawatiran lainnya yang membuat Albus mulai menjauhkan diri dari sang ayah.

Buku ini lebih terfokus pada kisah Harry dan Albus serta Scorpius anak dari Draco pengikut setia voldemort. Menariknya, Albus terpilih masuk Slytherin bersama Scorpius yang kemudian menjadi sahabatnya. Pertemuan mereka di gerbong kereta api menuju Hogwarts merupakan awal petualangan baru dua sahabat itu. Albus yang merasa tertekan karena selalu disangkut-pautkan dengan kalimat “anak seorang Harry Potter”, dan Scorpius yang harus menahan diri dari gosip yang mengatakan bahwa dia adalah anak dari Lord Voldemort, membuat keduanya mencoba membuktikan diri mereka dengan  menggunakan time-turner yang mereka curi dari ruang kerja Hermione. Mereka mencoba kembali ke masa lalu dan berusaha menyelamatkan Cedric Diggory yang menurut Albus adalah salah satu kesalahan terbesar ayahnya.

Konflik yang bermunculan mengajarkan Harry sebagai orang tua bagaimana ia harus jujur akan perasaannya pada Albus dan bagaimana Albus dapat memahami maksud baik ayahnya. Tak ketinggalan, demi menyelamatkan putranya Draco Malfoy rela bekerja sama dengan Harry, Hermione dan Ron. Sungguh tim yang tak terduga, Draco benar-benar menunjukkan sisi yang begitu berbeda dari novel Harry Potter sebelumnya. Banyak sekali hal yang tak terduga muncul dalam cerita ini. Seperti misalnya sosok Delphi, siapakah sebenarnya ia dan mengapa ia bisa ambil bagian dalam cerita ini?

Saat membaca buku ini kita akan kembali dibawa hanyut ke dalam dunia sihir dengan ramuan poly juice yang begitu membekas pada ingatan kita. Jumlah pemeran yang muncul memang tidak banyak, mengingat cerita awalnya dimainkan dalam teater dan durasi waktunya terbatas. Namun beberapa kejanggalan setelah menghabiskan cerita mungkin baru terasa. Misalnya bagaimana mungkin Lord Voldemort sempat memiliki anak di waktu-waktu kacau saat itu? atau bagaimana time-turner dapat ditemukan? dan mengapa Hermione menyimpannya di tempat yang semudah itu? Dan bukankah dari novel sebelumnya untuk membuat ramuan poly juice membutuhkan waktu yang lama?

Buku ini sendiri memang bukanlah karya J.K. Rowling sepenuhnya, mengingat sebelumnya ia tidak berencana untuk memberi sequel Harry Potter. Namun, bukan berarti kita dapat melewatkan seri buku ini begitu saja terlebih untuk para potterhead di luar sana. Walaupun isinya merupakan dialog-dialog para pemain hal ini justru memberikan penjelasan yang lebih detail atas apa yang terjadi di atas panggung teater. Bahkan buku ini bisa jadi bacaan yang begitu apik dan menarik. Bagi yang tidak mendapatkan kesempatran menonton teaternya  sangat disayangkan jika tidak membaca buku Harry Potter And The Cursed Child ini.

19 Tahun Setelah Kemenangan Reviewed by on . Identitas Buku Judul                : Harry Potter And The Cursed Child Parts One And Two PlayScript Penulis             : J.K. Rowling, John Tiffany & Jack Identitas Buku Judul                : Harry Potter And The Cursed Child Parts One And Two PlayScript Penulis             : J.K. Rowling, John Tiffany & Jack Rating: 0

Permalink : https://wp.me/p52sAd-43d

Tinggalkan Komentar

scroll to top