Jumat, 26 Mei 2017

Home » Aspirasi » Wanita Mampu Berusaha

Wanita Mampu Berusaha

Oleh: Endrik Ahmad Iqbal*

21 April 2017 - 12:48 WIB Kategori: Aspirasi 0 Komentar A+ / A- Dilihat: 90 Kali

Wanita Indonesia patut berbangga diri, di zaman yang sudah maju dan serba teknologi telah memberikan keluwesan untuk kaum hawa dapat setara dengan kaum adam. Dari berbagai aspek perempuan yang dulu dianggap hanya dapat berfungsi di dapur sekarang mampu setara bahkan mendominasi laki-laki dari beberapa aspek pekerjaan. Data statistik tenaga pekerja wanita di Indonesia setiap tahun meningkat termasuk pekerja sektor informal di Provinsi Sumatera Utara yaitu 51,60% dari total pekerja. Kemajuan perempuan menyaingi populasi tenaga kerja laki-laki di Indonesia cukup baik, meskipun ada kemunduran di beberapa tempat di Indonesia.

Dahulu para wanita hanya bergelut dengan dunia kecil mereka. Tak tanggungg-tanggung cacian dan hinaan yang akan diperoleh wanita, pekerjaan mereka amburadul dan rumah layaknya kapal pecah. Perempuan hanya ladang, begitulah pikiran orang-orang tentang wanita dulunya. Sampai saatnya wanita visioner muncul diantara kalangan masyarakat, dialah Raden Ajeng Kartini. Setiap hari kelahirannya diperingati sebagai keistimewaan bagi wanita.

Melihat kemajuan perempuan yang mampu berkarya sedemikian rupa, tentu kita tak mudah luput dengan hari kelahiran seorang Kartini. Hari ini adalah momentum peringatan kelahirannya. Seorang perempuan yang penuh kepercayaan diri membangkitkan wanita-wanita lemah untuk mengubur keputus asaan mereka dengan berjuang. Jika diingat, akan seperti apa Indonesia jika tak ada wanita yang berada diantara laki-laki dari segala lini dunia kerja. Tentu emosi tak dapat terelakkan. Menimbang bagaimana kritis dan kerasnya laki-laki mempertahankan pendapat mereka.

Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dikirim ke luar negeri adalah penghasil devisa terbesar kedua setelah minyak dan gas bumi. Total devisa yang dihasilkan mencapai USD 12-14 milyar pertahun. Data yang dilansir dari liputan 6 petang pada januari 2014 menyebutkan dari 512.168 orang TKI yang bekerja diluar negeri pada tahun 2013 tercatat sebanyak 276.998 orang berjenis kelamin perempuan. Menilik dari itu amat sangat besar jasa seorang Kartini menembus benteng penghalang.

Saat ini telah banyak muncul kartini-kartini muda yang mampu menyaingi laki- laki. Namun demikian seperti pemikiran kartini, wanita ikut berperan bukan untuk mengalahkan laki-laki namun untuk membantu laki-laki dengan kemampuan yang dimiliki oleh perempuan. Karena perempuan merupakan jenis orang yang rajin dan tekun dengan pekerjaan yang di lakukannya.

Salah satu contoh wanita yang bertekad sama layaknya Raden Ajeng Kartini adalah Diajeng Lestari. Wanita kelahiran Bekasi 1986 awalnya sukses bekerja sebagai marketing researcher di sebuah perusahaan. Berbeda dengan Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan hak wanita, Diajeng muncul dengan jiwa agent of changenya membentuk usaha miliknya sendiri yaitu HijUp, e-commerce B2C (Business to Customer). Masih banyak lagi perempuan-perempuan yang muncul karena jasa dari Kartini. Sampai sekarang jasa kartini masih terus dirasakan kaum wanita.

Tak hanya itu kartini-kartini muda semakin banyak mendominasi pendidikan di Indonesia. Melihat hal tersebut sudah sepantasnya perempuan-perempuan yang telah dapat sekolah dan berkarya bersyukur dengan hal yang telah dimulai oleh Kartini.

Meski demikin masih banyak perempuan yang jauh dari kata merdeka. Terkekang dengan kehidupan dan pasrah dengan keadaan. Memang perempuan mendominasi TKI Indonesia, namun sayangnya korban penyiksaan juga terbanyak di dapatkan oleh para wanita-wanita Indonesia. Kemerdekaan yang kita rasakan sekarang tak sepenuhnya dirasa oleh para wanita yang menjadi korban dan TKI lainnya.

Kartini memperjuangkan hak wanita bukan untuk setara dengan laki-laki, namun menjadi bermanfaat untuk tumpah darah Indonesia. Namun bukan berarti menjadi pecundang untuk negeri sendiri. Bangkitlah wahai wanita tapi bukan utuk berbangga diri.

Perkembangan dunia saat ini sudah semakin cepat, wanita yang sifatnya konsumtif harus berhati-hati. Jangan sampai menjadi pasar untuk negara lain dan terjajah untuk kesekian kalinya. Tak selamanya kaum laki-laki akan bisa membantu, dengan demikian wanita harus mampu berpandai diri dan mempertahankan figur Kartini dan menghargai apa yang telah dilakukan Kartini. Tidak hanya bersolek diharapkan wanita sekarang mampu mendorong negeri ini dan bisa membantu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.

*Penulis merupakan Mahasiswa Jururan Agroekoteknologi

Angkatan 2015 Universitas Andalas

Wanita Mampu Berusaha Reviewed by on . Wanita Indonesia patut berbangga diri, di zaman yang sudah maju dan serba teknologi telah memberikan keluwesan untuk kaum hawa dapat setara dengan kaum adam. Da Wanita Indonesia patut berbangga diri, di zaman yang sudah maju dan serba teknologi telah memberikan keluwesan untuk kaum hawa dapat setara dengan kaum adam. Da Rating: 0

Permalink : http://wp.me/p52sAd-3JY

Tinggalkan Komentar

scroll to top