Senin, 25 September 2017

Home » Berita » Sorotan Kampus » Unand Masih Miliki Jurusan Berakreditasi C

Unand Masih Miliki Jurusan Berakreditasi C

5 Juni 2015 - 5:20 WIB Kategori: Sorotan Kampus 6 Komentar A+ / A- Dilihat: 2.388 Kali

Akreditasi Jurusan UnandGentaaandalas.com – Di tengah gencarnya niat Universitas Andalas (Unand) mendirikan jurusan dan program studi (prodi) baru, ternyata masih banyak jurusan di Unand yang memiliki akreditasi C bahkan belum memiliki akreditasi. Dengan kata lain, jurusan tersebut masih mendapatkan akresitasi default.

Direktori BAN-PT mencatat empat belas prodi dan jurusan di Unand masih berakreditasi C. Fakultas Teknologi Informasi (FTI) adalah salah satu fakultas yang seluruh jurusannya masih berakreditasi C, yaitu Jurusan Sistem Komputer (Siskom) dan Sistem Informasi (SI). Tak hanya Siskom dan SI, Jurusan Sastra Jepang juga mengalami nasib yang sama.

Penghambat Peningkatan Akreditasi

Mengenai lambatnya peningktan akreditasi, Tesri Maideliza, WD III FTI menilai hal tersebut disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, jumlah dosen yang dimiliki jurusan kurang memadai, belum adanya gedung fakultas serta fasilitas yang masih belum sempurna, dan kurangnya dana bagi fakultas baru. “Untuk membuat rancangan gedung saja tentu butuh biaya,” katanya.

Hal senada dituturkan Dodon Yendri, Ketua Jurusan Siskom. Ia menilai adanya ketidakadilan untuk fakultas baru. “Fakultas lain sumber dayanya disediakan sedangkan kita mencari-cari sumber daya yang akan menjadi staf pengajar di FTI ini,” tuturnya. Meski demikian Dodon maklum karena ia menyadari profesi dosen saat ini kurang diminati.

Meskipun ada keinginan untuk mengangkat alumni untuk menjadi dosen namun hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh pihak fakultas. “Saat ini calon dosen minimal harus beregelar S2. Hingga kini, belum ada bantuan untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah S2 untuk menjadi dosen dari fakultas maupun jurusan,” jelas Tesri.

Berbagai hal pun dilakukan demi meningkatkan akreditasi FTI. Mulai dari bekerjasama dengan universitas, absen lebih dimaksimalkan, dan menyerahkan seluruh prestasi yang pernah diraih oleh mahasiswa kepada pihak fakultas hingga mengutus mahasiswa untuk ikut perlombaan. “Dengan itu, kami berharap FTI bisa lebih dikenal,” ujar Werman Kasoep, WD I FTI.

Meski demikian, Nurrahman Hadi, Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi merasa akreditasi tidak begitu penting. Hal ini dikarenakan alumni jurusan Sistem Informasi yang dapat bersaing di dunia kerja. “Dunia kerja saat ini lebih menilai dari mana perguruan tingginya dan tentu saja hasil tes dari alumni jurusan tersebut,” katanya.

Sementara itu Jurusan Sastra Jepang yang telah lebih dahulu berdiri dari SI dan Siskom juga masih berkutat dengan akreditasi C. Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Phil. Gusti Asnan, menjelaskan bahwa akreditasi C ini disebabkan beberapa faktor teknis. Terutama dengan terbatasnya sumber daya pengajar, sementara mahasiswa tiap tahunnya cukup banyak. “Selain itu pengajar saat ini juga masih ada yang sedang menyelesaikan studi kuliahnya. Untuk meningkatkan akreditasi ini, FIB akan mencoba menambah sumber daya pengajar,” jelasnya.

Di samping itu masalah sarana dan prasarana penunjang pun masih minim meskipun sudah ada . Sistem organisasi struktural pun masih lemah. Beberapa upaya telah dilakukan oleh FIB untuk meningkatkan akreditasi fakultas seperti pengadaan seminar internasional, Bunkasai Mahasiswa, hingga pertukaran mahasiswa Indonesia dengan Jepang. “Apabila semua hal ini dapat teratasi, Prodi Sastra Jepang bisa mendapat nilai yang lebih baik,” katanya.

Masih Jauh dari Predikat World Class University

Tesri Maideliza menjelaskan dalam pembuatan RKAKL (Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga) yang melibatkan ketua jurusan dan dekanat, Himpunan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, dan Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas masih ada yang tidak meny-erahkan Term of Reference kegiatannya. Tindakan inilah yang menjadikan anggaran di fakultas baru selalu kurang.

Menanggapi situasi akademik dan kemaha-siswaan di Unand, Tesri Maideliza memilih menyorot sistem perkuliahan Unand yang masih konservatif. “Unand ingin mendapatkan predikat World Class University tapi masih memakai sistem lama. Saat kuliah di Jepang, saya pulang jam 12 malam. Saya inginnya Unand juga seperti itu, ada kuliah malam tidak pulang jam 4 sore. Padahal di Kota Padang juga banyak yang kuliah malam,” ungkapnya.

Namun, tidak hanya dari mahasiswanya saja yang enggan. Ia juga mengungkapkan keengganan dosen untuk mengubah sistem pembelajaran tersebut. “Saya bilang begitu, dosen lain malah mengatakan: Apak se nan maaja malam surang,” tutup Tesri. (Zakiy)

Unand Masih Miliki Jurusan Berakreditasi C Reviewed by on . Gentaaandalas.com - Di tengah gencarnya niat Universitas Andalas (Unand) mendirikan jurusan dan program studi (prodi) baru, ternyata masih banyak jurusan di Una Gentaaandalas.com - Di tengah gencarnya niat Universitas Andalas (Unand) mendirikan jurusan dan program studi (prodi) baru, ternyata masih banyak jurusan di Una Rating: 0

Permalink : http://wp.me/p52sAd-2kD

Komentar (6)

  • FTIfans

    Kok di FTI dosen-dosen tamatan PTswasta yg banyak ngajar (byk mata kuliah, juga SP) kita pdhl kita mhs Unand (PTnegri)?
    Mereka juga gak pandai ngajar.

    • ckckc

      Wahhh gimana Pak Dekan FTI! bgm bisa dpt akreditasi A klu dosen2 swasta ngajar mhs negri???

      • perubahan

        ayo gusur dosen-dosen itu ! berani ngak? jangan takut! yakinlah yang benar pasti menang, apalagi bosnya sudah tergusur…

    • perubahan

      kan dari swasta lebih baik… emang unand lebih baik dari universitas pado indak….

  • Sistim

    Iya.Sudahlah dosen tamatan swasta gak pandai ngajar, suka kasih nilai E lagi (spy dpt SP)

    • perubahan

      jangan ngomong aja….ayo lakukan perubahan….mumpung rektornya masih baru

Tinggalkan Komentar

scroll to top