Beranda Wawasan Tertawa Berlebihan Membawa Petaka?

Tertawa Berlebihan Membawa Petaka?

chk_captcha-bwSaat berada di tempat ramai seperti di mall, cafe, taman bermain, atau bahkan lingkungan kampus, pasti ditemui gelak tawa dari tiap sudutnya. Tidak dipungkiri, tertawa sudah menjadi bagian dari hidup. Entah itu akan hal yang lucu atau sekedar cemoohan. Dari beberapa penelitian, juga dikatakan bahwa tertawa adalah obat pereda stres. Namun, pernahkah Anda melihat seseorang yang tertawa terbahak-bahak? Atau Anda sendiri yang mengalaminya?

Tertawa merupakan reaksi spontan dari manusia ketika merasa senang, falling in love, geli, dan sebagainya. Tertawa pun juga dibagi menjadi tertawa seperti senyum, tertawa dengan volume  kecil, tertawa dengan volume sedang, dan tertawa dengan volume keras. Seperti yang dibahas diawal bahwa tertawa bisa mengobati rasa stress, tetapi tidak menutup kemungkinan akan membawa petaka.

Anda harus berhati-hati terhadap ketawa yang berlebihan. Seorang dosen Fisiologi Fakultas Kedokteran Unand, Afriwardi menyampaikan sebuah pepatah bahwa “Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik”. Ia juga menjelaskan dalam hidup ini selalu ada mekanisme didalamnya. Dalam tubuh ada semacam proses keseimbangan yang menuntut segala sesuatunya sama rata.

“Contohnya dalam hal tertawa, saat seseorang yang mempunyai sindrom pacu jantung, jika dia tertawa terlalu berlebihan, tanpa jeda, bisa menyebabkan seseorang itu pingsan. Selanjutnya juga bagi penderita asma. Saat tertawa terbahak-bahak, maka udara saat seseorang tertawa dapat memicu serangan asma,” jelasnya.

Tak hanya itu, efek negatif lainnya adalah terkilir atau bergesernya sendi antara rahang atas, dengan rahang bawah mulut. Diakibatkan karena orang tersebut membuka mulutnya terlalu lebar dan ketawa yang tidak bisa dikontrol maka pergeseran rahang terlalu jauh.

Sementara itu, juga ada beberapa kasus yang bahkan sering kita alami, yaitu tersedak. Pada saat seseorang tertawa sambil makan, bisa menimbulkan tersedak. Hal tersebut terjadi karena saat menelan, terjadinya proses penutupan dan terbuka saluran cerna dan saluran pernafasan. Karena saat bersamaan rangsangan ketawa dan air ludah yang tidak tertelan, yang seharusnya masuk ke saluran pencernaan, akan keluar melalui saluran pernafasan, dan timbulah tersedak tadi.

Maka dari itu, dosen yang akan menjadi calon Dekan Fakultas Kedokteran ini mengharapkan perlunya menyikapi segala sesuatu secara professional dan tidak berlebihan. Karena tubuh yang sudah diciptakan ini sudah diatur sedemikian rupa sesuai porsinya. Kita jangan terlalu emosional. Selain tidak baik untuk kesehatan, juga tidak baik untuk lingkungan. Bagi orang lain yang mendengarkan akan merasa bising dan terganggu oleh suara-suara yang keras. (Dyra, Vivi)

 

*Dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here