Senin, 25 September 2017

Home » Wawasan » Teknologi » Sistem Alat Pengukur Diameter Buah Berbasis Sensor

Sistem Alat Pengukur Diameter Buah Berbasis Sensor

20 Desember 2016 - 9:33 WIB Kategori: Teknologi 0 Komentar A+ / A- Dilihat: 432 Kali

dsc01585-bwIndonesia kaya akan sumber hasil pertanian yang beranekaragam, begitu halnya dengan buah-buahan yang memiliki variasi bentuk dan ukuran. Sebelum didistribusi, pemroduksian hasil pertanian biasanya melewati proses pascapanen seperti sortasi dan grading. Sortasi adalah pemisahan produk yang sudah bersih menjadi bermacam-macam kualitas atas dasar sifat-sifat fisik, sedangkan grading adalah sortasi produk menjadi bermacam-macam fraksi kualitas sesuai dengan standar klasifikasi yang telah diakui atas dasar nilai komersial dan kegunaannnya. Grading bergantung pada banyak faktor selain sifat fisik. Dalam hal ini tentunya menggunakan alat ukur atau instrumentasi guna menunjang pengukuran produk-produk pertanian maupun kajian teknik pertanian lainnya.

Umumnya, pengukuran buah yang sering dijumpai masih secara manual. Cara kerjanya cukup rumit. Tingginya produksi hasil pertanian dengan pengukuran secara manual tentunya akan memakan waktu yang cukup lama. Seperti penggunaan jangka sorong yang hasil pengukurannya harus memakai rumus dan membutuhkan ketelitian. Sepria Mulyadi, seorang mahasiswa Teknik Pertanian (TEP) Universitas Andalas (Unand) angkatan 2011 melihat peluang untuk menciptakan alat ukur buah dengan waktu yang singkat. Dari masalah tersebut, ia menuangkan ide menciptakan alat pengukur diameter buah berbasis sensor.

Alumnus Unand yang akrab disapa Asep ini menceritakan hasil karyanya kepada kru Genta Andalas saat ditemui di Sekretariat UKM Pramuka, Selasa (15/11). Penelitian rancang alat pengukur diameter buah berbasis sensor telah dilakukan Asep sejak Februari hingga Maret 2016 di Laboratorium Produksi dan Managemen Alat dan Mesin Pertanian program studi Teknik Pertanian Unand. Ia menjelaskan, alat ini sangatlah sederhana. Namun dengan penambahan sensor pada alat mampu membaca diameter buah dan langsung mengelompokkan buah sesuai kelasnya.

Awalnya, Asep berencana membuat alat ukur diameter buah untuk semua ukuran buah, namun kajian penelitiannya akan menjadi banyak dan tidak fokus. “Penelitian saya hanya fokus pada satu sampel yaitu menggunakan buah jeruk siam,” jelasnya. Bahan yang digunakan dalam pembuatan alat ukur diameter buah jeruk siam adalah akrilik. Akrilik digunakan dalam ukuran bervariasi sesuai dengan rangka utama dan tiang penyangga. Kemudian, menggunakan sensor pengukur jarak yang menggunakan ultrasonik atau sensor jarak (SRF05), sebuah teknologi layar digital untuk menampilkan hasil sensor atau liquid crystal display (LCD). LCD yang digunakan berukuran 16×2. Serta arduino uno R3. Pembuatan alat juga digunakan beberapa peralatan, seperti laptop yang dilengkapi software pendukung, penggaris besi, bor tangan, meteran, dan solder.

Setelah alat ukur diameter buah jeruk berbasis sensor jarak ultrasonik SRF05 selesai, selanjutnya dilakukan pengujian terhadap alat tersebut. Untuk pengujian digunakan beberapa peralatan di antaranya jangka sorong, stopwatch, kalkulator, dan kamera digital. Sebagai pendukung kerja alat juga digunakan software pendukung seperti solid works, IDE arduino, corel draw, dan fritzing.

Cara kerja alat ukur adalah sensor jarak SRF05 akan mampu membaca jarak antara sensor jarak SRF05 dengan buah jeruk. Kemudian, sensor tersebut disambungkan ke Mikrokontroler yang dimasukkan bahasa program sehingga dapat membaca diameter buah. Lalu mikrokontroler menerjemahkannya ke display. Mikrokontroler yang digunakan ialah ATmega 328P yang sudah terpasang pada arduino uno R3. Setelah itu, di arduino uno R3 dipasang tombol kendali agar dapat dikontrol penggunaannya. Rangkaian yang sudah ada selanjutnya dituangkan dalam diagram rangkaian sistem pengukur diameter sesuai komponen yang dibutuhkan.

Alat ini memiliki keunggulan bisa menampilkan hasil pengukuran secara langsung dan bisa menentukan kelas buah jeruk berdasarkan ukuran sesuai SNI nomor 3165 tahun 2009. Alat ini tidak memerlukan waktu yang lama. Hanya membutuhkan waktu 5 detik saja untuk satu buah.

Dari inovasi alat ukur berbasis sensor ini, Asep berniat untuk memasukkan karyanya ini ke labor jurusannya. Ia berharap alat ukur ciptaannya tidak hanya dapat mengukur buah jeruk saja, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mengukur diameter buah lainnya untuk proses grading buah oleh masyarakat seperti di pasar maupun minimarket. “Harapan diciptakannya alat ini tentunya alat ini bisa digunakan sebagai alat ukur yang lebih kompeten. Tidak hanya alat ukur buatan dari luar saja yang dipakai oleh mahasiswa, tetapi juga bisa alat ukur yang diciptakan oleh mahasiswa sendiri,” tutupnya. (Muthia, Rezki)

 

Sistem Alat Pengukur Diameter Buah Berbasis Sensor Reviewed by on . Indonesia kaya akan sumber hasil pertanian yang beranekaragam, begitu halnya dengan buah-buahan yang memiliki variasi bentuk dan ukuran. Sebelum didistribusi, p Indonesia kaya akan sumber hasil pertanian yang beranekaragam, begitu halnya dengan buah-buahan yang memiliki variasi bentuk dan ukuran. Sebelum didistribusi, p Rating: 0

Permalink : http://wp.me/p52sAd-3t6

Tinggalkan Komentar

scroll to top