Senin, 21 Agustus 2017

Home » Berita » Pemberdayaan Masyarakat Tani Melalui Pengembangan Teknologi Biogas

Pemberdayaan Masyarakat Tani Melalui Pengembangan Teknologi Biogas

6 Agustus 2017 - 11:16 WIB Kategori: Berita, Liputan 0 Komentar A+ / A- Dilihat: 71 Kali

 

Pembuatan saluran keluaran (output) kotoran hewan oleh mahasiswa KKN dirumah salah satu warga Jorong Pincuran Tujuh, Sabtu (15/7/2017) (Foto: Rival Lidra)

gentaandalas.com – Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Andalas (Unand) Delvi Yanti bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Unand 2017, Jorong Pincuran Tujuh Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.

”KKN mempunyai konsep pemberdayaan (empowerment) sehingga melalui program yang diangkat mahasiswa harus mampu menyelesaikan persoalan yang ada dimasyarakat dan mengembangkan potensi yang ada untuk menunjang kesejahteraan masyarakat,” ungkap Delvi via email pada (29/07/2017) lalu.

Jorong Pincuran Tujuh Lubuk Gadang Selatan merupakan penduduk dengan mayoritas mata pencaharian di bidang pertanian dan peternakan. Hampir setiap kepala keluarga memiliki sapi masing-masing, keadaan ini menimbulkan persoalan kebersihan lingkungan yang diakibatkan oleh kotoran sapi tersebut.

Delvi menambahkan jumlah mahasiswa yang tergabung dalam program Teknologi Biogas ini berjumlah 30 orang. Sebelum turun ke masyarakat untuk menjalankan program instalasi biogas kerumah warga, mahasiswa dibekali dengan pelatihan-pelatihan terlebih dahulu. Diantaranya pembekalan keterampilan khusus dengan materi pengembangan teknologi biogas dan pemanfaatan hasil ikutan biogas (sludge) serta praktek pembuatan instalasi biogas. Praktek pembuatan instalasi biogas ini dilakukan langsung dengan petani pakar yang sudah biasa membuat dan memanfaatkan biogas.

Selain itu,  ia menuturkan ada 2 jenis digester yang digunakan dalam pembuatan instalasi biogas ini yaitu digester dari plastik dan drum. Lama proses pembuatan biogas hingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu selama 21 hari,  mulai dari awal digester diisi bahan baku kotoran sapi. Namun bisa lebih cepat tergantung banyaknya kotoran sapi yang tersedia dan aktivator yang digunakan.

Salah seorang mahasiswa KKN yang mengikuti program ini, Hezi Pandri menyampaikan proses pembuatan biogas dimulai dari perakitan digester, pemasangan pipa masukan (input) kotoran hewan dan keluaran (output) serta selang aliran biogas. “Saat ini biogas yang kami buat telah memasuki hari ke-33 terhitung semenjak awal pembuatan digester dan telah menghasilkan gas yang sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya saat ditemui di posko KKN,  Minggu (6/8/2017).

Lebih lanjut, Hezi menyampaikan biogas yang dibuat terdiri dari 4 titik.  Keempat titik tersebut menjadi percontohan untuk masyarakat agar mereka bisa membuat dirumah mereka masing-masing. Ia berharap dengan adanya pembuatan biogas ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi langkah awal untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Reporter: Rival Lidra

Editor: Ulfa Sevia Azni

Pemberdayaan Masyarakat Tani Melalui Pengembangan Teknologi Biogas Reviewed by on .   [caption id="attachment_15329" align="aligncenter" width="600"] Pembuatan saluran keluaran (output) kotoran hewan oleh mahasiswa KKN dirumah salah satu w   [caption id="attachment_15329" align="aligncenter" width="600"] Pembuatan saluran keluaran (output) kotoran hewan oleh mahasiswa KKN dirumah salah satu w Rating: 0

Permalink : http://wp.me/p52sAd-3Ze

Tinggalkan Komentar

scroll to top