Beranda Berita Sorotan Kampus Minimnya Dana tak Halangi Unggeh Tabang Raih Gelar Juara

Minimnya Dana tak Halangi Unggeh Tabang Raih Gelar Juara

TROFI: Tim Unggeh Tabang memegang trofi juara 1 kategori racing jet pada Kontes Robot Terbang Indonesia

Dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2015, tim dari Universitas Andalas (Unand) berhasil meraih juara 1 pada kategori racing jet yang dilaksanakan di Lapangan Lanud Gading, Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta 17-20 September lalu. Tim bernama Unggeh Tabang yang diwakili oleh Fahmul Ihsan Khairul, Roffi Ardinata dan Gusman Arif Fandi ini juga mendapat penghargaan sistem terbaik untuk kategori yang sama. Tim ini juga berhasil mengalahkan juara bertahan Politeknik Elektro Negeri Surabaya (PENS).

Kompetisi pesawat tanpa awak yang terdiri dari tiga divisi yang diperlombakan yaitu fixed wing, racing jet, dan vertical take off and landing ini diikuti 71 peserta dari 29 Perguruan Tinggi ini. Melalui kontes ini, peserta ditantang untuk mendesain, membuat serta menerbangkan sebuah pesawat dengan ketinggian 700 meter. Menggunakan control auto pilot, pesawat dituntut untuk landing ke tempat semula dengan selamat tanpa hancur. Peserta diberikan tantangan untuk berkompromi dengan geometri pesawat, konstruksi dan sistem elektronik yang diintegrasikan pada pesawat terbang.

Adanya kendala dana membuat keberangkatan Tim Unggeh Tabang menuju final nyaris dibatalkan. Hal ini dikarenakan dana yang dibutuhkan untuk akomodasi dan proses pembuatan alat mencapai 40 juta rupiah. Dapat dibayangkan, untuk mengikuti lomba ke Yogjakarta membutuhkan biaya yang tak sedikit tentunya.

Selain itu, alat dan bahan yang di import dari luar negeri untuk pembuatan pesawat cadangan untuk dibawa ke perlombaan tergolong minim. Hal ini membuat tim semakin khawatir atas keikutsertaannya dalam final. “Awalnya kami tidak memprediksi bisa menjadi juara 1 pada kategori racing jet ini. Bahkan merasa pesimis dengan melihat lawan yang berat dan telah berpengalaman di perlombaan sebelumnya,” ujar Fahmul Ihsan Khairul saat diwawancarai via telepon, Senin (21/9). Banyak tim lawan yang awalnya diunggulkan namun pada akhirnya gagal terbang, dan banyak pesawat yang jatuh. Hal itu membuat Tim Unggeh Tabang kami optimis untuk menang.

Usaha tak akan menghianati hasil. Seminggu sebelum keberangkatan, Wakil Rektor III, Aprisal akhirnya membantu kekurangan dana sebesar 20 juta rupiah. Biaya tersebut digunakan untuk akomodasi keberangkatan tim dan pembuatan pesawat untuk perlombaan. Selain itu, bantuan sponsor juga membantu tim dalam hal finansial. “Meskipun uang modal dari uang pribadi tim dan ada bantuan orang terkait, alhamdulillah bisa membawa hasil yang memuaskan dan membuat Unand bangga,” ungkap Ihsan. Dengan dana yang bisa dikatakan minim, tidak membuat tim utusan Jurusan Teknik Mesin Unand ini menyerah, hingga akhirnya dapat maju ke final dan merebut gelar juara.
Terkait hal ini, Aprisal mengatakan Unand akan terus mengembangkan teknologi robot terbang dalam KRTI ke-4 nanti pada berbagai tipe lombauntuk kedepannya. Mendukung dan mendorong kreativitas mahasiswa adalah motto dari bidang kemahasiswaan (student first). Dengan demikian mahasiswa akan terus berprestasi dan berkonstribusi terhadap universitas. “Saya akan mendukung penuh untuk kegiatan kemhasiswaan seperti ini,” kata Aprisal yang turut menghadiri pembukaan acara. (Wati)

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here