Minggu, 23 Juli 2017

Home » Laporan » Menilik Upaya Unand Tingkatkan Rangking UI GM 2014

Menilik Upaya Unand Tingkatkan Rangking UI GM 2014

27 Maret 2015 - 7:10 WIB Kategori: Laporan, Laporan Khusus 0 Komentar A+ / A- Dilihat: 223 Kali

logo_gm2UI Green Metric (GM) adalah rangking universitas untuk menilai dan membandingkan usaha penerapan konsep keberlanjutan (sustainability) kampus. Program ini diluncurkan oleh Universitas Indonesia pada tahun 2010. Program ini dimaksudkan sebagai jalan masuk penilaian institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia. Selain itu, juga ditujukan kepada pemerintah, organisasi/agency lingkungan baik lokal maupun internasional, dan masyarakat.

Tahun 2013, sekitar 301 universitas dari 61 mengikuti rangking ini. Unand berhasil memeroleh rangking 8 UI Green Metric skala Indonesia. Sedangkan UI Green Metric World University Ranking, Unand berhasil menempati rangking 146 dengan total skor 5,032 dari 301 universitas berskala internasional.

Tahun ini, sebanyak 302 universitas kembali berpartisipasi dalam UI Green Metric World University Ranking. Sebanyak 28 universitas di Indonesia turut mengikuti penilaian ini, seperti UI, Undip, Unila, termasuk Unand. Sebanyak 274 universitas luar negeri mendominasi memperebutkan rangking ini. Bagaimanakah usaha dan kesiapan yang sudah dilakukan dalam UI Green Metric tahun ini, mampukah Unand menaikkan rangking universitas bersama kompetitor yang semakin berpacu.

Indikator Penilaian UI Green Metric

Rangking UI GreenMetric memiliki beberapa target utama, yaitu terbuka untuk partisipasi global, dapat diakses oleh dan untuk institusi pendidikan tinggi di negara maju dan berkembang. Target lainnnya adalah berkontribusi sebagai wacana akademik mengenai keberlanjutan pendidikan dan penghijauan kampus. Terakhir mendorong peran universitas untuk meminpin perubahan sosial berkaitan dengan tujuan keberlanjutan.

Tahun ini ada enam kategori penilaian Ui Green Metric. Setting kampus dan infrastruktur dengan 15 persentase, Energi dan Perubahan iklim 21, Sampah 18, Air 10, Transportasi dan Pendidikan 18 peserta sehinggga total keseluruhan berjumlah 100. Beberapa indikator dari isu-isu lingkungan kampus seperti tata letak dan infrastruktur kampus, energi, pengelolaan limbah, air, transportasi, serta pendidikan menjadi indikator penilaian.

Lusi Susanti, Ketua UI Green Metric Unand 2014 mengatakan tim penilai berasal dari UI dan dari universitas luar negeri. “Tim penilainya dari UI sebagai leader dan beberapa pakar dari luar negeri. Penilaiannya dilakukan secara online dengan melakukan pengisian borang, atau semacam kuisioner online, ” ujar dosen Teknik Industri ini.

Aprisal, Wakil Rektor III Unand sekaligus Ketua UI Green Metric 2013 mengatakan UI Green Metric bertujuan agar universitas lebih memerhatikan lingkungan, tidak hanya memerhatikan aspek pendidikan saja.

“Tujuan utama penilaian UI Green Metric World University ini adalah untuk menilai kepedulian kampus terhadap konservasi air dan perubahan iklim. Agar kampus bisa menjadi asri lebih memerhatikan lingkungan. Aspek yang dinilai dari Green Metric tersebut antara lain pengelolaan energi listrik, ruangan tembus cahaya, tata kampus, pengelolaan limbah, konservasi air, dan pereduksian karbondioksida,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Tingkatkan Rangking, Unand Optimalkan Indikator Penilaian

31 Oktober lalu, pengisian data final telah dilakukan Unand. Berdasarkan penuturan Lusi Susanti, pengisian borang Green Metric difokuskan bulan September dan November. “Sepanjng tahun ini kita sudah melakukan persiapan, tapi fokus pengisian datanya dua bulan terakhir. Yaitu September dan Oktober, tapi submit-nya per tiga puluh satu Oktober,” papar Lusi.

Terkait persiapan Unand, Lusi mengatakan semenjak awal tahun 2014 Unand telah melakukan persiapan fisik, seperti pembangunan waduk, pendirian Pusat Pengolahan Sampah Terpadu (PPST), penghijuan lingkungan, dan pembangunan taman. “Perseapan fisik telah dilakukan Unand, seperti membuat daerah-daerah resapan air, menanam tanaman untuk penghijauan, pembuatan waduk untuk konservasi air, pembuatan taman, dan kurikulum berbasis lingukungan,” kata dosen yang menamatkan S2 dan S3 di Toyohashi University Of Technology ini.

Informasi yang sama dikatakan Aprisal, beberapa usaha sedang dan telah dilakukan Unand menghadapi UI Green Metric 2014. Diantaranya perbaikan website, pengelolaan sampah, konservasi air, dan tata lalu lintas. “Kami juga mengajak seluruh fakultas yang ada di Unand untuk bisa menghemat air dan listrik,” ujarnya.

Berkaca dari tahun sebelumnya, tahun ini Unand berusaha menaikkan rangking dengan melakukan usaha peningkatan skor di beberapa indikator, seperti penuturan Lusi. “Tahun ini indikator yang lebih ditingkatkan Unand seperti pengolahan sampah. Kita melakukan pemilahan sampah, sampah-sampah kering diolah menjadi kompos. Setiap hari Unand produktif menghasilkan sampah daun. Kami mengolah sampah ini di PPST menjadi pupuk kompos. Nanti digunakan sebagai pupuk tanaman di Unand,” tegasnya.

Adanya usaha untuk meningkatkan rangking Unand, Herry, Wakil Rektor II Unand membenarkannya. “Awalnya sampah di Unand hanya menjadi beban. Sampah menjadi lebih terorganisir sejak adanya tempat pengolahan sampah yang bertempat di dekat pool bus. Direduksi menjadi pupuk dan sumber energi juga bisa menambah pendapatan. Sampah yang kita kenal sebagai sumber penyakit sekarang dapat dijadikan sebagai sumber ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lusi mengatakan indikator lain yang ditingkatkan Unand tahun ini adalah pembaharuan energi seperti pemanfaatan tenaga matahari dan konservasi air. “Kebijakan pimpinan kampus membuat daerah-daerah resapan air, seperti waduk di dekat Mesjid Nurul Ilmi dan pool bus yang berfungsi sabagai resapan air. Juga sebagai estetika, pendingin, juga digunakan untuk penyiram tanaman jika musim kemarau,” tambah lusi.

Unand berhasil meningkatkan poin di beberapa indikator, namun di beberapa indikator lainnya mengalami penurunan. “Peningkatan indikator yang kurang tahun ini adalah transportasi. Ini karena jumlah kendaraan yang masuk ke Unand semakin bertambah. Akibatnya jumlah area parkir di Unand semakin luas. Ini menyebabkan area tanah dibeton yang membuat resapan air berkurang,” ungkap Lusi.

Pendidikan berbasis lingkungan menjadi indikator yaang kurang tahun ini. Lusi mengharapkan generasi sekarang perlu diedukasi untuk peduli dengan lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, penghematan pemakaian air dan listrik secukupnya.

Untuk merampungkan proses penilaian dan pengisian data, tahun ini tim UI Green Metric Unand berjumlah dua puluh orang. “Dua puluh orang ini sudah di-SK-kan. Terdiri dari dosen, lembaga dan mahasiswa,” ujar Arief Prima Johan, Sekretaris UI Green Matric Unand 2014.

Asisten WR II ini menambahkan, tahun ini Unand melakukan beberapa pembaruan, seperti melakukan kerjasama dengan mahasiswa ataupun unit kegiatan mahasiswa. “Tahun ini kami melakukan kerjasama dengan mahasiswa untuk membantu membuat pemberitaan dan penghitungan data,” jelasnya.

Senada dengan Arief, Lusi mengatakan mahasiswa membantu mengumpulkan data dan pemberitaan. “Karena kita kesulitan mendapatkan data ware house. Maka kita memasukkan mahasiswa Teknik dalam tim untuk mencari dan mengumpulkan data. Juga dibantu Genta Andalas dalam pemberitaan yang di-update di website, ini sebagai validasi data yang sudah kita kirim,” ujarnya.

Banyak Kompetitor, Mampukah Unand Pecah Rekor

Keikutsertaan Unand pada ajang UI Green Metric memberikan manfaat bagi Unand. Seperti yang dituturkan Werry Darta Taifurn Rektor Unand. “Universitas yang berpartisipasi pada UI Green Metric ini dapat memperoleh beberapa manfaat. Seperti pengakuan dan pengenalan Internasional/internasionalisasi, meningkatkan kesadaran terhadap isu berkelanjutan, aksi dan perubahan sosial, dan membantu membenahi internal kampus,” ujarnya.

Werry menuturkan dalam pencapaian menuju kampus hijau, Unand tidak menutup kerjasama dengan pihak lain. “Ada beberapa kerjasama dengan pihak lain yang dapat membantu pembangunan Unand untuk mendukung UI Green Metric, seperti Pertamina, PT Semen Padang, dan dinas kehutanan,” ujarnya lebih lanjut.

Berdasarkan penurunan Lusi, waktu penilaian berkisaran bulan Desember. Ketika ditanyakan seberapa optimis Unand bisa meraih posisi rangking di UI Green Metric, Werry berharap setidaknya Unand bisa mempertahankan rangking “Paling tidak ya tidak turun,” harapnya. Werry juga menuturkan target jangka panjang Unand dalam menuju kampus ini adalah menjadikan Unand sebagi eco green campus.

“Optimis poin Unand naik, tetapi kompetitor kita lihat dulu. Saya yakin poin Unand meningkat, tetapi saya tidak bisa memastikan rangking Unand meningkat karena kompetitor kita semakin banyak, tentunya juga tengah berbenah juga,” ungkap Lusi.

“Harapan saya, UI Green Metric ini tidak semacam IPK bagi mahasiswa. Artinya Unand tidak hanya mengejar rangking, tapi betul-betul membuat kampus ini ramah lingkungan. Kalau Unand lebih memprioritaskan kampus ramah lingkungan, maka tahun-tahun selanjutnya rangking UI Green Metric akan mudah diraih Unand,” harap Lusi.

Shinta Yeni, dosen Teknik Lingkungan Unand mengatakan masalah sampah di Unand menjadi hal yang disayangkan di Unand terkait upaya Unand menuju kampus hijau. “Hanya saja kesadaran akan sampah masih belum terlihat. Apalagi di gedung perkuliahan karena kuantitas mahasiswa di gedung kuliah lebih banyak daripada di jurusan,” ungkapnya.

Aprisal berharap Unand bisa mendapatkan menaikkan rangking tahun ini. “Harapan saya ke depannya agar peringkat UI Green Matric Unand semakin meningkat. Saya juga berharap agar semua komponen yang ada di Unand punya komitmen yang sama,” ungkap Aprisal. (TIM)

Menilik Upaya Unand Tingkatkan Rangking UI GM 2014 Reviewed by on . UI Green Metric (GM) adalah rangking universitas untuk menilai dan membandingkan usaha penerapan konsep keberlanjutan (sustainability) kampus. Program ini dilun UI Green Metric (GM) adalah rangking universitas untuk menilai dan membandingkan usaha penerapan konsep keberlanjutan (sustainability) kampus. Program ini dilun Rating:

Permalink : http://wp.me/p52sAd-1YG

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Komentar

scroll to top