Minggu, 23 Juli 2017

Home » Berita » Fast Track, Cara Cepat Dapatkan Dua Gelar Sarjana

Fast Track, Cara Cepat Dapatkan Dua Gelar Sarjana

7 November 2015 - 10:36 WIB Kategori: Berita, Sorotan Kampus 0 Komentar A+ / A- Dilihat: 671 Kali

AKSELERASI: Program Fast Track disediakan bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan dua gelar sarjana dalam masa studi 10 semester

Perguruan Tinggi (PT) menjadi salah satu wadah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk membentuk SDM pada tingkat sarjana (S1), PT di Indonesia rata-rata membutuhkan waktu 4-5 tahun. SDM tingkat sarjana pun belumlah cukup untuk mempersiapkan SDM yang unggul. Sehingga juga perlu disiapkan SDM pada tingkat magister (S2) ataupun doktor (S3).

Melihat latar belakang tersebut, maka diperlukan suatu program unggulan yang bisa ‘mencetak’ SDM unggul dalam waktu yang lebih singkat. Cara peningkatan tersebut adalah dengan program fast track yang dapat diselesaikan dalam waktu 5 tahun.

Program fast track merupakan percepatan studi Program S1 yang dilanjutkan dengan Program S2 yang ditempuh dalam waktu 5 tahun (S1 4 tahun ditambah S2 1 tahun). Dengan program ini, mahasiswa akan menghemat waktu satu tahun pendidikan S2 serta menghemat biaya pendidikan S2 sekitar 50%. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk merealisasikan Undang–Undang (UU) nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. UU tersebut menerangkan syarat menjadi dosen program sarjana adalah berpendidikan minimal S2 dan syarat menjadi dosen pascasarjana adalah berpendidikan minimal S3.

S6ebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia sudah menerapkan program fast track sejak tahun 2013. Hingga kini dalam pelaksanaannya, Unand hanya membuka program fast track di dua fakultas, yaitu Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor I Febrin Anas mengatakan program fast track merupakan kebijakan dari fakultas masing-masing. “Pihak universitas sudah mengumumkan terkait pelaksanaan program fast track namun sosialisasi mungkin yang kurang gencar. Pihak universitas hanya mewadahi dan memberikan regulasi saja tetapi kebijakan diserahkan kepada pihak fakultas. Sebab ada beberapa fakultas yang belum siap mengadakan program tersebut,” katanya saat ditemui di ruangannya, Rabu (16/9).

Selain itu Wakil Dekan (WD) I Fakultas Teknik Rika Ampuh Hadiguna mengatakan fast track hanya dapat dilaksanakan di jurusan yang sudah memiliki program magister. “Kami hanya menyediakan program fast track untuk jurusan Teknik Mesin, Sipil, Industri dan Elektro. Untuk jurusan Teknik Lingkungan kami belum menyediakan sebab jurusan tersebut belum memiliki program magister,” ujarmya.

Lebih lanjut Rika menjelaskan, untuk proses recruitment mahasiswa yang mendaftar fast track harus melalui proses kualifikasi dari jurusan terlebih dahulu. Kemudian fakultas akan menyeleksinya melalui tes wawancara. Selain itu, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,01 dan sudah menyelesaikan 120 SKS. Juga mahasiswa bersangkutan harus memiliki TOEFL minimal 375, serta mengajukan proposal penelitian S1 yang sudah disetujui dosen pembimbing yang dapat dilanjutkan untuk penelitian S2. “Karena proses seleksi yang sangat ketat biasanya hanya 1 hingga 2 mahasiswa per jurusannya yang dapat lolos program tersebut,” jelasnnya saat ditemui Rabu, (16/9).

Sedangkan di fakultas pertanian (Faperta) program fast track baru dimulai tahun 2015. “Program ini sudah direncanakan dari tiga tahun yang lalu namun baru dapat direalisasikan pada tahun ini. Hingga kini sudah ada sekitar 30 mahasiswa yang sudah terdaftar sebagai mahasiswa program fast track,” jelas WD I Faperta, Aswaldi Anwar.

Sama halnya dengan Fakultas Teknik, syarat dibuka program fast track, jurusan harus memilikli program magister. “Di fakultas pertanian hanya ada tiga progran studi yang sudah memiliki nprogram magister yaitu Agronomi, Hama Penyakit Tanaman, Dan Agribisnis,” imbuh Aswaldi.

Mahasiswa fast track harus menyelesaikan program sarjana maksimal lima tahun. Apabila sampai semester sepuluh belum menyelesaikan studi maka akan gugur sebagai mahasiswa fast track. Mahasiswa sudah dapat mengambil program ini di semester enam dan masuk kuliah magister di semester tujuh serta mengambil dua mata kuliah S2 tiap semesternya.

Lebih lanjut Rika menjelaskan mahasiswa program fast track jika kesulitan dalam hal ekonomi, pihak fakultas dapat memberikan bantuan dengan membebaskan biaya semester. “Untuk biaya semester program magister diakui jauh lebih mahal dibandingkan program sarjana, belum lagi untuk biaya penelitian. Satu semsternya mencapai Rp7.000.000,00. Ini tentunya memberatkan mahasiswa yang ekonominya menengah ke bawah. Maka fakultas memberikan keringanan dengan membebaskan biaya semesternya. Selain itu, mahaiswa juga dapat mencari beasiswa di luar fakultas dan universitas,” tambah Dosen Teknik Lingkungan ini.

Hingga saat ini, untuk di FT belum ada kendala terkait mahasiswa fast track. “Sejak dibukanya program ini belum ada mahasiswa yang terkena drop out. Mahasiswa yang mendaftar juga komitemen dan serius untuk mengikuti program ini karena pihak fakultas juga mengadakan evaluasi bagi mahasiwa tiap semesternya,” ucap Rika.

Di samping itu, mahasiswa fast track tidak dapat memilih jurusan lain di program magisternya. Mereka harus melanjutkan program magister sesuai dengan program sarjana yang telah diambilnya.

Keuntungan Adanya Program Fast Track

Banyak keuntungan yang dirasakan oleh pihak fakultas dengan dibukanya program fast track. “Jumlah mahasiswa pascasarjana FT menjadi bertambah dengan adanya program ini, kualitas mahasiswa juga lebih bermutu, dan dapat membantu meningkatkan akreditasi fakultas dan jurusan,” papar Rika Ampuh Patiguna.

Hal senada turut dikatakan oleh Febrin Anas. “Dengan adanya program fast track, Unand lebih mudah untuk merekrut dosen sebab lulusannya akan lebih berkualitas. Mahasiswa fast track akan dikader dan dipersiapkan untuk menjadi dosen Unand,” ucapnya.

Keuntungan yang sama juga dirasakan Mahasiswa Jurusan Agribisnis Siti Khairani Elhakim, yang juga mengikuti program ini. “Hanya saja kami tidak dapat memilih jurusan lain yang diinginkan,” katanya. (Lizsa, Peri)

Fast Track, Cara Cepat Dapatkan Dua Gelar Sarjana Reviewed by on . [caption id="attachment_10766" align="alignleft" width="332"] AKSELERASI: Program Fast Track disediakan bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan dua gelar sarjana [caption id="attachment_10766" align="alignleft" width="332"] AKSELERASI: Program Fast Track disediakan bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan dua gelar sarjana Rating: 0

Permalink : http://wp.me/p52sAd-2NC

Tinggalkan Komentar

scroll to top