Jumat, 26 Mei 2017

Home » Sastra dan Budaya » Rehat » Al-Hasan Charity, Komunitas Amal Bangun Nagari

Al-Hasan Charity, Komunitas Amal Bangun Nagari

29 Desember 2016 - 5:29 WIB Kategori: Rehat 0 Komentar A+ / A- Dilihat: 26 Kali

cmykFase remaja dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Sesuai dengan pepatah Minangkabau “Ketek taraja-raja, gadang tabao-bao”. Inilah yang menjadi salah satu latarbelakang salah seorang pengusaha bidang kuliner, Firtani Putra untuk mendirikan sebuah komunitas yang bergerak dalam kegiatan amal dan bakti sosial berbasis Islam.

Berawal dari niatnya untuk mendirikan sebuah pondok pesantren. Alih-alih dari niatnya itu, kini Firtani Putra mendirikan sebuah kafe bernama Al-Hasan Food di wilayah Pasar Baru, Limau Manis, Unand. Tak tanggung-tanggung, ia juga membuat sebuah komunitas yang bergerak di bidang amal. Komunitas ini diberikan nama Al-Hasan Charity, yang berdiri sejak 1 Oktober 2016 lalu.

Komunitas yang memiliki motto “Membangun Nagari Berkarya Amal”, mencakup segala aspek dalam menjalankan tujuannya. Salah satu aspek tersebut yaitu, aspek agama. Aspek ini merupakan aspek yang sangat penting, menimbang kondisi remaja saat ini yang terbawa arus era digital dan teknologi. Kegiatan amal, salat ke mesjid, membaca al-quran saat ini menjadi suatu hal yang bisa dikatakan minim dikalangan remaja. “Oleh karena itu, komunitas ini hadir untuk mengajak teman-teman remaja ataupun sukarelawan untuk ikut bergabung melakukan kegiatan tersebut,” tutur Putra. Lalu, Putra menambahkan Al-Hasan Charity pada dasarnya adalah komunitas sosial remaja Islam Sumatera Barat sehingga remaja tersebut lebih matang untuk terjun ke masyarakat.

Di samping itu, aspek kemanusiaan yang mengacu kepada kepedulian dalam bentuk bantuan juga menjadi hal penting Al-Hasan Charity untuk mencapai tujuan. Misalnya, dalam bentuk sedekah ataupun zakat, sumbangan berupa pakaian, sepatu, ataupun sumbangan yang masih bermanfaat dan layak untuk masyarakat yang membutuhkan. “Intinya yang kita berikan itu bermanfaat. Si pemberi pun merasa segala sesuatu yang diberikan itu tidak akan terbuang percuma,” jelasnya saat perbincangan sore itu di dengan kru Genta Andalas.

Selanjutnya, kata Putra, aspek edukasi tak kalah penting dibandingkan aspek lainnya. Sebab aspek pendidikan saat ini merupakan aspek yang menjadi sorotan publik. Seperti go green, down to earth, dan prinsip kepedulian kepada bumi milik sendiri. “Kita harus sadar akan penggunaan Sumber Daya Alam (SDA). Kita harus memberikan feedback yang sebanding dengan apa yang alam berikan terhadap kita,” ujar Putra.

Dalam memberi bantuan, baik berupa materi maupun non materi kita harus sadar bahwa orang-orang yang harus dibantu bukan hanya dari kalangan masyarakat miskin saja, melainkan juga orang-orang yang terkena bencana. Oleh karena itu, dalam sebuah komunitas dibutuhkan aspek hiburan sebagai simpul perekat rasa kebersamaan komunitas dengan segala aspeknya. Hal ini bisa sekaligus menghilangkan traumatis si penerima bantuan dengan hiburan yang diadakan oleh komunitas Al-Hasan Charity. “Hiburan tersebut berupa games yang di konsep sedemikian rupa seperti pesta rakyat,” tambah Putra.

Dari semua aspek yang diperhitungkan dalam komunitas Al-Hasan Charity, tak lengkap jika tanpa aplikasi langsung. “Akan terasa useless jika tak ada tindakan langsung dari pribadi sendiri. Hal ini seperti kita langsung menanam pohon, misalnya menanam tanaman lindung dan tanaman produktif,” tuturnya.

Saat ini Al-Hasan Charity diketuai oleh Ahmad Salim, Wakil Ketua diamanahkan kepada Ibrahim, Sekretaris dijabat oleh Ayesa, dan bendahara oleh Disa. Anggota komunitas ini berjumlah kurang lebih 10 orang dan ditargetkan berasal dari kalangan SMP dan SMA, serta remaja lainnya.

Tak hanya Putra dan pengurus komunitas yang tergerak untuk membangun komunitas ini, pihak lain pun turut andil sebagai donator di komunitas amal ini. Donatur Al-Hasan Charity terdiri dari beberapa kalangan instansi besar seperti Semen Padang, Pekerjaan Umum (PU), Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan lain-lain. Selain itu, ada beberapa dari kalangan instansi pendidikan.

Selama dua bulan berdiri, komunitas ini telah melaksanakan dua kali kegiatan amal diantaranya memberi santunan berupa makanan kepada anak yatim saat ulang tahun Genta Andalas ke-30 tahun. Serta memberi bantuan berupa sembako kepada beberapa kepala keluarga warga miskin Kelurahan Kapalo Koto.

Melalui komunitas yang awalnya sudah digagas sejak tahun 2015 ini, Putra berharap remaja saat ini, tidak hanya bisa taat agama, tetapi juga bermanfaaat buat masyarakat. Sebab teknologi yang canggih mengikis drastis nilai agama. Ke depannya, Putra juga berharap Al-Hasan Charity dapat mewakili komunitas sosial remaja Islam Sumbar. “Sekurang-kurangnya bisa menelusuri setiap jengkal Sumbar,” tutup Putra saat diwawancarai di Kafe Al-Hasan Food, Selasa (29/11). (Ully, Wati)

 

 

Al-Hasan Charity, Komunitas Amal Bangun Nagari Reviewed by on . Fase remaja dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Sesuai dengan pepatah Minangkabau “Ketek taraja-raja, gadang tabao-bao”. Inilah yang menjadi salah Fase remaja dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Sesuai dengan pepatah Minangkabau “Ketek taraja-raja, gadang tabao-bao”. Inilah yang menjadi salah Rating: 0

Permalink : http://wp.me/p52sAd-3tv

Tinggalkan Komentar

scroll to top